• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Kompensasi untuk Mesin Jahit

    SIRTOPIR LAILI sibuk mempersiapkan salah satu sudut rumah dinas Pak Lurah. Pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinar Harapan di Desa Pajeruk di Kota Madya Mataram, Nusatenggara Barat, itu akan menambah isi ruangan dengan sebuah mesin jahit baru. Alat itu akan menemani mesin jahit butut yang selama tiga tahun terakhir dipakai bersama oleh 30 warga belajarnya. Sirtopir tak perlu menunggu lebih lama lagi. Kelompok belajarnya segera mendapat uang dari pemerintah lewat Departemen Pendidikan sebesar Rp 50 juta. Bantuan itu bisa mereka ambil mulai Senin pekan ini. Uang itu, selain untuk menambah mesin jahit, akan dipakai menambal biaya pengelolaan, administrasi, menambah buku penunjang, serta membeli alat bantu keterampilan yang dibutuhkan warga belajar. "Sisanya untuk honor pengajar," kata Sirtopir, sarjana pertanian Universitas Mataram yang lulus 17 tahun lalu. Selain Sinar Harapan, sebanyak 400 kelompok belajar di seluruh Indonesia juga akan mendapat bantuan yang sama. Bantuan dana itu berasal dari kompensasi kenaikan bahan bakar minyak tahun lalu. Departemen Pendidikan mendapat bagian sebesar Rp 833 miliar. Khusus pendidikan luar sekolah mendapat jatah Rp 50 miliar. Dana itu akan disalurkan untuk 400 PKBM, 180 ribu warga belajar, serta sekitar 16 ribu tutor. Bantuan ini memang cukup berarti bagi kelompok belajar yang selama ini sumber dananya sangat seret. Saat ini PKBM di seluruh Indonesia berjumlah mencapai 1.506. Mereka dikelola oleh masyarakat, lembaga swadaya, atau pesantren. Mereka hanya mendapat bantuan Rp 1,5 juta tiap tahun dari Departemen Pendidikan. Kalaupun ada kelompok yang makmur, itu karena mendapat tambahan dari pemerintah daerah. PKBM merupakan kelompok belajar yang dibentuk sejak tiga tahun lalu. Masyarakat yang tergabung di dalamnya berasal dari siswa yang putus sekolah atau buta huruf. Anggota kelompok ini, yang dikenal dengan istilah warga belajar, mendapat pengajaran Paket A (setara sekolah dasar) dan Paket B (setara sekolah menengah pertama). Selain belajar, mereka juga mendapat keterampilan sesuai dengan potensi desanya. Sinar Harapan merupakan kelompok yang terurus baik. Saat ini mereka menampung 260 warga belajar usia 13 hingga 30 tahun. Mereka belajar dari usai magrib hingga menjelang pukul sepuluh malam, selama empat hari dalam seminggu. Selain itu, mereka mendapat keterampilan bengkel, membuat jajanan tradisional, menjahit, dan masalah kecantikan. Mereka mampu mengembangkan usahanya hingga menjadi enam kelompok. Tiap kelompok mengembangkan keterampilan sesuai dengan lokasinya. Namun, lebih banyak kelompok belajar yang hidupnya kembang-kempis. Salah satunya kelompok Mifthul Jannah di Kota Bandarlampung. Hingga kini mereka masih mendompleng di sebuah madrasah ibtidaiyah. Mereka mempunyai kegiatan kerajinan kursi bambu dan emping melinjo dengan pemasaran hanya di sekitar tempat belajar. Karena keterbatasan modal, kegiatan warga belajar ini semakin loyo. Anggotanya mengempis dari 70 orang dua tahun lalu menjadi tinggal 37 warga belajar kini. Kelompok ini tak berani menerima murid baru. "Kita tunggu mereka lulus dulu saja," kata Alif Khoirul, pemimpin kelompok ini. Bahkan, untuk belajar keterampilan, mereka harus mendompleng di bengkel atau penjahit di sekitar tempat mereka tinggal karena tak memiliki uang untuk membeli peralatan. Sudah dananya seret, Alif mengaku kegiatan belajar di PKBM tak selancar di sekolah umum. Meski hanya belajar tiga kali seminggu, masing-masing empat jam, selama belajar para siswa banyak yang mengantuk atau mengobrol urusan dapur. "Lebih sulit daripada mengajar anak TK. Mereka tidak punya keterikatan moral dalam belajar," ujar Alif, yang juga guru madrasah ini. Bahkan sering kali para pengajar harus datang ke rumah siswa karena semangat belajar para siswa mulai melempem. Alif berencana memanfaatkan bantuan yang didapatnya untuk melengkapi sarana belajar, agar gairah belajar meningkat. Di Kota Bandarlampung sendiri kini ada delapan kelompok belajar. Dua di antaranya-salah satunya Mifthul Jannah-diusulkan mendapat kucuran dana. "Sisanya, aktivitasnya belum kontinu," kata Marsudi, staf Biro Pendidikan Masyarakat di Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung. Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Fasli Djalal, berharap PKBM kali ini tak salah pakai. "Kami berikan dalam bentuk uang tunai," kata Fasli, agar kelompok belajar bisa membelanjakan sesuai dengan kebutuhan. Namun, Fasli tak menampik jika kemungkinan ada saja dana yang salah urus. "Kalau bisa 90 persen saja yang sampai, sudah bagus," kata Fasli. Agung Rulianto, Supriyanto Khaffid (Mataram), Fadilasari (Lampung)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif