• Home
  • 07 Januari 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 Januari 2002

    Belajar Hemat Cara Mega

    BANYAK cara seorang presiden merayakan pergantian tahun baru. Presiden Peru, Alejandro Toledo, misalnya, menyambut tahun baru 2002 dengan membatalkan semua kunjungan dan pesta. Ia memilih menjenguk korban kebakaran sebuah pertokoan di Lima, ibu kota Peru. Sedangkan Presiden Megawati memilih pergantian tahun dengan berlibur di Istana Tampaksiring, Bali, sekaligus merayakan hari ulang tahun suaminya, Taufiq Kiemas, yang memang lahir pada 31 Desember 59 tahun yang lalu. Megawati dan Taufiq memboyong serta anak, menantu, dan cucu mereka, kemudian menikmati segala fasilitas di istana presiden yang dibangun pada zaman Sukarno berkuasa itu. Tiba di Bali pada 29 Desember lalu, kedatangan Megawati memang bersifat pribadi. Kunjungannya ini semata-mata kunjungan berlibur, bukan kunjungan kenegaraan, sehingga masyarakat Bali yang memang "pencinta Mega" tidak memberikan sambutan berlebihan. Malam itu, Megawati dan suaminya tersenyum sumringah dalam balutan batik bermotif patra Bali berwarna hitam. Menjelang pukul 19.30 Wita, mulailah tamu berdatangan. Sumber TEMPO menyebutkan beberapa nama yang dikenalinya: Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono, mantan Menteri Keuangan Frans Seda, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardika, serta hadir pula mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri Rizal Ramli, yang memang kawan karib Taufiq Kiemas. Selain itu, hadir jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Bali-Gubernur, Panglima Kodam Udayana, dan Ketua DPRD Bali. Juga beberapa pengurus DPD PDIP Bali. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soewandi, yang baru saja meresmikan Runa Gallery-milik temannya-di Ubud, ikut bergabung di antara para tamu. Dari kalangan pengusaha, tampak Jakob Nursalim, adik Sjamsul Nursalim, pemilik kelompok usaha Gadjah Tunggal, yang belakangan selalu menguntit TK, panggilan akrab Taufiq Kiemas. Tampak pula pengusaha Gunawan Ongko dan Muda'i Madang, yang berasal dari Palembang, pemilik PT Dikakarya Antar Nusa di Surabaya. Semuanya teman dekat TK. Kabar yang menyebut hadirnya konglomerat Prajogo Pangestu, Sjamsul Nursalim, dan keluarga Sinivasan dibantah oleh Taufiq Kiemas. "Tidak ada pertemuan dengan para pengusaha," katanya kepada TEMPO. Jakob Nursalim hadir dalam pesta itu, menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung, "Sebagai sahabat lama." Malam itu, setelah tari panganjali (tari kreasi baru untuk menyambut tamu) dipentaskan, TK menggenapkan acara puncak dengan memotong kue ulang tahunnya yang ke-59. Para tamu menikmati keramahan tuan rumah dan kemegahan istana dengan iringan gamelan dari sekeha gong istana dengan lima penari dari Sanggar Karisma Tampakiring. Acara makin semarak dengan penampilan wayang wong (wayang orang) versi Bali dari Desa Pujung dan satu grup musik dari Malang. Pokoknya, malam itu pesta untuk TK meriah. Dan ucapan selamat ulang tahun serta panjang umur untuk TK berhamburan. Di luar istana, serombongan wartawan cuma bisa menunggu karena acara itu dinyatakan tertutup. Wartawan tak diperbolehkan masuk kompleks istana. Saat jam menunjukkan pukul 22.30 waktu setempat, terlihat jajaran Muspida Bali berpamitan kepada tuan rumah, disusul beberapa undangan lainnya. Sedangkan para menteri dan mantan menteri masih tetap tinggal hingga fajar tahun baru. Pucuk pimpinan PDIP Bali juga ikut menyertai Mega dan TK melepas tahun yang lama di istana yang punya kompleks permandian berusia seribu tahun ini. Sebenarnya tak ada yang salah dari acara berlibur Presiden Megawati ini. Kegiatan Istana Tampaksiring menjadi hidup kembali setelah puluhan tahun telantar karena Soeharto tak mau berkunjung ke sini jika berlibur ke Bali. Soeharto lebih memilih hotel mewah milik anak-anaknya di kawasan Nusadua. Dengan begitu, kemegahan Istana Tampaksiring seolah kembali bersinar, termasuk kelompok kesenian yang memang kepunyaan istana. Toh, acara liburan keluarga Presiden ini segera mengundang kecaman. Megawati dianggap tidak peka terhadap krisis yang masih menghantui bangsa ini. Yang bersuara keras antara lain Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Imam Addaraqutni, yang khusus menggelar konferensi pers soal pesta suami Presiden itu. "Tak perlu di Bali, acara itu bisa di Istana Negara dan terbuka," kata Imam. Ia menyebutkan, Presiden Megawati Sukarnoputri tak memberi contoh hidup sederhana di tengah impitan krisis. Kabar yang beredar menyebutkan pesta itu menghabiskan dana tak kurang dari Rp 200 juta. Dana ini dihitung dengan memasukkan biaya membawa pasukan pengawal presiden, ongkos transpor pesawat terbang Jakarta-Bali pulang-pergi, dan fasilitas istana di Tampaksiring. Liburan itu tidak pas juga karena Megawati baru saja meminta agar para menteri dan pejabat eselon di bawahnya hidup sederhana. Koordinator Government Watch, Farid R. Faqih, juga menyayangkan acara yang disebutnya pemborosan itu. Mestinya Megawati bisa datang dulu ke daerah yang mengalami musibah seperti banjir di Medan atau menjenguk korban tabrakan kereta api di Brebes, baru berpesta yang lebih sederhana. Ucapan Mega yang mengajak hidup sederhana disebutnya kontradiktif dengan acara ulang tahun itu. "Tak sesuai antara yang dikatakan dan pemborosan dalam acara itu," katanya kepada TEMPO. Tapi Pramono Anung membantah soal pemborosan itu. Katanya, Istana Tampaksiring memang disediakan untuk peristirahatan presiden, tentu saja berikut acara-acara yang akan digelar presiden. Apalagi, katanya, Megawati sudah diyakinkan pihak rumah tangga istana bahwa acaranya tak melanggar protokoler kenegaraan. Jadi, menurut Pramono, sah-sah saja ulang tahun atau acara pribadi presiden yang lain dilakukan di istana. Lagi pula acara itu memakai uang pribadi. Mudah-mudahan liburan Presiden ini cuma sekali setahun, dan saatnya Presiden memberi contoh hidup sederhana dan tidak boros di tengah krisis. I G.G. Maha Adi, I G.N. Alit Kertaraharja (Bali)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Masuk ke Dalam Situasi

Catatan Pinggir

Teritorium

Layar

Are We Inviting Foreign Intervention?

TEMPO|interaktif

Metro

Hendardji Soepandji Daftar Jadi Cagub DKI

Nasional

Habib Rizieq: Ada yang Ingin Adu Domba FPI

Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Whitney Houston  

Isolasi ke Perbatasan Timor Leste Kian Terbuka  

Teknologi

Candi Muaro Jambi dalam Sejarah Dinasti Tang

Kencan Terakhir Whitney Houston

Whitney Houston Meninggal di Kamar Hotel  

Aktivis Surabaya Gugat Undang-undang Penyiaran

Doa untuk Whitney, dari Mariah Carey Hingga Rooney  

Olahraga

Barcelona Semakin Sulit Kejar Real Madrid  

Dipicu Dendam Lama, Pemuda di Polman Bentrok  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif