• Home
  • 14 Januari 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Januari 2002

    Semakin Sakit, Semakin Bahagia

    PENYAKIT mungkin telah menjadi sumber kesedihan sekaligus sumber anugerah bagi bekas presiden Soeharto. Semakin ia sakit?dengan berkali-kali keluar-masuk rumah sakit?semakin gencar suara orang meminta pengampunan atas dirinya. Pertengahan Desember 2001 lalu, saat ia ditandu masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina akibat radang paru-paru, banyak orang mengira, inilah akhir dari hidup Soeharto. Nyatanya tidak. Ia pulang dari rumah sakit dengan senyum dan lambaian tangan. Tak cuma itu: kegembiraan Soeharto semakin lengkap karena suara orang yang menginginkan pengampunan dirinya tak berhenti bergema. Tak cuma dalam debat seru antara anggota DPR yang pro dan yang kontra abolisi, kontroversi juga berkembang di level publik. Maka kebahagiaan Soeharto seakan kian lengkap: publik ternyata tak lagi bersikap keras kepadanya. Setidaknya separuh responden jajak pendapat TEMPO menyokong usulan abolisi. Mungkin inilah potret dari keletihan sebuah masyarakat menghadapi krisis politik dan ekonomi yang tak berkesudahan. Di awal-awal kejatuhan Soeharto dulu, masyarakat bulat tekad menuding Soeharto sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kebangkrutan Indonesia. Kini, setelah berbagai persoalan datang silih berganti, pengadilan dan status bersalah bagi Soeharto tampaknya tak penting betul bagi masyarakat. Sejatinya, pengadilan Soeharto bukan peristiwa yang remeh. Meski ia bisa diampuni di kemudian hari, status bersalah baginya akan menjadi preseden yang baik bagi publik di masa datang: bahwa Soeharto, dengan semua jasa dan kebaikannya, adalah orang yang punya andil terhadap banyak penyelewengan di Indonesia. Tanpa itu, sejarah Soeharto akan putih bersih. Beberapa dasawarsa ke depan, bukan tak mungkin Soeharto menjadi pahlawan tanpa cacat di mata publik. Sialnya, di tengah kecapekan psikologis publik terhadap kasus ini, ide abolisi justru muncul dari kalangan pemerintah sendiri. Meski belakangan terjadi saling tunjuk antara Presiden dan menterinya tentang siapa penggagas ide abolisi, tak bisa ditolak bahwa pemerintah seperti kehilangan pegangan. Responden jajak pendapat TEMPO menilai lontaran ide itu didasarkan atas simpati kepada Soeharto. Sebagian lainnya mencurigai ada motif mencari keuntungan dari Keluarga Cendana dari si pelontar ide. Tak jelas mana versi yang benar. Tapi satu hal sudah jelas: jika pemerintah nanti benar-benar mengeluarkan abolisi, genaplah sukacita Soeharto.

    Arif Zulkifli


    Perlukah abolisi untuk Soeharto?
    Perlu50,69%
    Tidak perlu49,31%
     
    Jika perlu, apa alasan Anda?*
    Bagaimanapun, Soeharto berjasa besar terhadap Indonesia62,89%
    Soeharto sakit sehingga tak bisa diadili48,83%
    Mengadili Soeharto bisa membuat pendukung-pendukungnya marah dan membuat keributan di Indonesia7,81%
    * Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban
     
    Jika tidak perlu, apa alasan Anda?*
    Kesalahan Soeharto tidak hanya dalam kasus yayasan; memberi abolisi kepada Soeharto berarti mengampuni semua kesalahannya52,61%
    Dengan abolisi, tak pernah ada catatan sejarah bahwa Soeharto bersalah42,97%
    Soeharto boleh diampuni, tapi memberi abolisi terlalu berlebihan32,93%tr> * Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban
     
    Siapa yang melontarkan kasus ini pertama kali?
    Pengacara dan anggota keluarga Soeharto, baik secara langsung maupun tidak56,24%
    Presiden dan anggota kabinet Megawati, baik secara langsung maupun tidak41,19%
     
    Apa motivasi pelontar ide ini?*
    Hanya bersimpati terhadap kondisi Soeharto50,69%
    Membuka wacana baru tentang pengampunan Soeharto39,21%
    Ingin mendapat balas jasa dari keluarga Soeharto23,76%
    * Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban
     
    Jika pemerintah Mega jadi memberikan abolisi kepada Soeharto, apa pendapat Anda?
    Pemerintah mengkhianati cira-cita reformasi51,68%
    Pemerintah telah bersikap adil terhadap keluarga Soeharto48,32%
     

    Metodologi jajak pendapat:

    • Jajak pendapat ini dilakukan Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 505 responden di lima wilayah DKI pada 5-9 Januari 2002. Dengan menggunakan ukuran sampel tersebut, estimasi terhadap nilai parameter mempunyai margin error 5 persen. Survei dilakukan dengan metode multi-sampel acak bertingkat dengan unit analisis kelurahan dan rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tatap muka dan melalui telepon.

      Independent Market Research
      Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Ketika Layar Putih Dimulai di Asia

Catatan Pinggir

Oklahoma

TEMPO|interaktif

Nasional

Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif