• Home
  • 15 Juli 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Perjalanan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 15 Juli 2002

    Pengantin Semalam

    Tertipu luar dalam. Begitulah nasib yang dialami Minul, sebut saja begitu. Akhir bulan lalu, dara 20 tahun asal Sidorejo, Pajang, Solo itu harus kehilangan keperawanan, plus setumpuk uang hasil resepsi pernikahan. Juga motor kesayangannya diembat orang. Yang menusuk jantung, biang perkara itu ternyata tak jauh dari dirinya. "Pelakunya Mas Joko, suami saya," ujar Minul, dalam laporannya ke polisi Laweyan, Solo. Cerita kelabu itu bermula dari perkenalan Minul dengan Joko dalam sebuah perjalanan bus. Tampil perlente, Joko mengaku pengusaha sukses dari Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Joko bercerita banyak hal, termasuk kapok berpacaran. Padahal, ia sudah kebelet ingin kawin. Solusinya, Joko ingin langsung kawin sonder pacaran. Yang mengejutkan, saat itu juga, ia mengutarakan niatnya itu pada Minul. Dan, entah kenapa, Minul langsung ho-oh begitu saja. Beberapa hari kemudian, lamaran diajukan. Hari pernikahan pun ditetapkan dengan resepsi mendatangkan musik dangdut. Tamu berdatangan dengan amplop uang di tangan. Malam kian larut. Minul dan Joko segera masuk ke peraduan. Tapi, sebelum "hajatan" dimulai, Joko melarang kotak sumbangan dibuka hingga tujuh hari setelah pernikahan. Katanya, sih, agar perkawinan mereka bisa langgeng. Minul mengiyakan, sambil menikmati malam pertamanya. Pada hari kedua, Joko mengaku ingin nyekar ke makam ayahnya sendirian, dan meminjam motor keluarga Minul. Tak masalah. Tapi Joko tak pulang-pulang dan Minul mulai gelisah. Kecurigaan bahwa Joko orang yang tak beres membuncah. Ketika kotak sumbangan dibuka, alamak, uangnya raib, tinggal amplop-amplop kosong. Sadar kena tipu, Minul dan orang tuanya lapor ke polisi. Joko dinyatakan buron, wah, kayak lakon ludruk. Dwi Wiyana, Rofiqi Hasan (Bali), Imron Rosyid (Solo)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Mencari dan Menemukan Isma

Perbincangan dengan Garin

Catatan Pinggir

Taj Mahal

Indonesiana

Perjalanan Religius Seekor Penyu

Pengantin Semalam

Layar

Memburu Labah-labah Merah dari Pasundan

Batman pun Menonton Wayang Kulit

Lokalisasi Superhero

Seni Rupa

Hitam-Hitam untuk Dadang

Ralat

RALAT

TEMPO|interaktif

Nasional

Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur  

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif