• Home
  • 22 Juli 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 Juli 2002

    Mengatasi Ledakan Populasi

    SUDAH lama saya resah melihat makin banyaknya warga kita yang miskin dan tidak berpendidikan. Saya juga ngeri membayangkan ledakan populasi akibat makin tingginya angka kelahiran sekarang. Penyebabnya? Pemerintah tidak lagi punya banyak biaya untuk mengampanyekan program keluarga berencana (KB) secara besar-besaran seperti dulu. Tapi kita juga tidak bisa berharap banyak kepada masyarakat untuk ber-KB secara swadaya karena terbatasnya penghasilan mereka. Masalah ekonomi juga membuat angka kelahiran meningkat. Orang banyak menganggur sehingga punya waktu luang lebih banyak. Karena tidak punya banyak uang, mereka cenderung berkumpul dengan keluarga di rumah dan sulit mencari hiburan yang lain. Faktor lain adalah minimnya pendidikan mereka. Ini menyebabkan pengetahuan mereka tentang KB pun rendah sehingga mereka cenderung tidak merencanakan dan tidak membatasi jumlah anaknya. Saya sering menemukan, seorang tukang becak punya lebih dari 5 orang anak atau seorang penganggur punya 8 orang anak. Sebelum ledakan penduduk terjadi dan terlambat diatasi, mulai sekarang kita harus segera bergerak. Selama ini, KB yang dicanangkan pemerintah difokuskan pada kaum perempuan. Ini memerlukan banyak biaya, untuk membeli pil atau spiral, dan sering kurang berhasil. Sudah saatnya pemerintah menganjurkan agar kaum pria yang sudah menikah dan punya 2 anak melakukan vasektomi. Aturan ini bisa diberlakukan untuk daerah padat seperti Jawa dan Bali. Agar tidak terlalu kaku, peraturan tersebut bisa diperlunak dengan mencontoh Cina. Di sana, seorang warga yang punya lebih dari 2 anak harus membayar semacam pajak yang cukup tinggi kepada pemerintah. Dengan begitu, negara punya tambahan pendapatan yang lebih dari keluarga yang mampu. Pemasukan ini bisa dipakai untuk membantu biaya pendidikan atau biaya vasektomi bagi keluarga yang tidak mampu. ROSITA ARYANI Kelurahan Gayungsari, Surabaya

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pergantian

Penghargaan

Penghargaan

TEMPO DOELOE

Buku

Sebuah Pembelaan Blakblakan

Maulwi Saelan:"Untung Adalah Anak Kesayangan Soeharto"

Catatan Pinggir

Etalase

Seni Rupa

Kritik Rasisme Lewat Tanduk Kerbau

Ralat

Ralat

TEMPO|interaktif

Prandelli Yakin Balotelli Tak Nakal Lagi

Nasional

Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur  

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif