• Home
  • 05 Agustus 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Agustus 2002

    "Tommy, Terima Saja Vonis Ringan itu"

    Sebuah kejutan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Kamis pekan lalu. Setelah divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim di Jakarta Pusat, Jumat dua pekan lalu, ternyata Tommy Soeharto menolak memakai hak bandingnya. Padahal, tiga hari setelah status Tommy berubah menjadi narapidana, tim pembelanya menyatakan sang klien-yang antara lain terbukti membujuk pelaku pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin-segera mengajukan banding. Ada apa dengan Tommy? Anak kesayangan Soeharto itu berpendapat upaya banding tersebut merupakan langkah sia-sia. Dia mengaku kecewa dengan jalannya persidangannya, yang ia nilai sudah tidak lagi obyektif. "Maka, dengan berat hati saya memutuskan untuk membiarkan waktu banding berlalu," ujarnya dalam jumpa wartawan di LP Cipinang, Kamis pekan lalu. Artinya, hukuman diterima. Dia harus segera mendekam di dalam sel dengan fasilitas yang sama seperti narapidana lainnya. Tak ada lagi kemewahan seperti yang diterimanya saat masih berstatus tahanan. Sikap Tommy menerima hukuman itu sesuai dengan "ramalan" responden TEMPO. Mayoritas responden TEMPO menganggap, kalaupun dia nekat melakukan banding, hasilnya mungkin sama saja. Bisa jadi tak jua berubah atau malah vonis terhadapnya malah menjadi lebih berat. Namun, apakah benar Hutomo Mandala Putra alias Tommy diperlakukan tidak adil dalam persidangan itu? Mayoritas responden menganggap pernyataan itu justru mengada-ada. Vonis 15 tahun itu di mata responden malah dianggap ringan. Semestinya hakim lebih berani lagi dalam menjatuhkan vonis kepada bos konglomerat Humpuss itu. Seberapa berat? Kata responden, setidak-tidaknya sepadan dengan hukuman yang ditimpakan pada Noval dan Maulawarman, pelaku pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita, yang divonis seumur hidup. Mengapa pula Tommy, yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan itu, malah dihukum lebih ringan? Responden mungkin akan lebih kecewa jika nanti apa yang disebut Tommy sebagai "upaya lain di luar hukum" akan berhasil. Misalnya, dia minta grasi dan ternyata dikabulkan.

    Irfan Budiman


    Apakah Anda setuju dengan vonis 15 tahun penjara untuk Tommy Soeharto?
    Ya35,38 %
    Tidak64,62 %
     
    Jika ya, apa alasan Anda? *)
    Hakim telah bertindak adil55,98 %
    Vonis hakim sepadan dengan tuntutan jaksa27,17 %
    Vonis hakim sudah cukup berat22,83 %
    Para saksi tidak memberatkan Tommy1,63 %
    * Responden boleh memilih lebih dari satu jawaban
     
    Jika tidak setuju, apa alasan Anda? *)
    Vonis hakim terlalu ringan45,54 %
    Hakim mestinya berani memvonis lebih berat dari dakwaan jaksa40,48 %
    Mestinya sepadan dengan vonis Noval dan Maulawarman21,43 %
    Vonis hakim terlalu berat3,27 %
    * Responden boleh memilih lebih dari satu jawaban
     
    Apa yang sebaiknya Tommy lakukan untuk menanggapi vonis hakim?
    Terima saja vonis hakim62,21 %
    Banding ke pengadilan tinggi15,77 %
    Beberkan saja rahasia kongkalikongnya dengan aparat22,12 %
     
    Apa prediksi Anda terhadap vonis Tommy jika ia mengajukan banding?
    Sama saja dengan putusan hakim sebelumnya30 %
    Lebih berat28,08 %
    Tidak tahu22,69 %
    Lebih ringan19,23 %
     

    Metodologi jajak pendapat :

    Jajak pendapat ini dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 520 responden di lima wilayah DKI pada 30 Juli-2 Agustus 2002. Taksiran parameter dari kesalahan (margin of error) sampel dikerjakan melalui metode acak bertingkat (multi-stage random sampling) dengan unit kelurahan, rukun tetangga, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan lewat kombinasi antara wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.

    Independent Market Research
    Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Bila Ulama Menggebrak Koruptor

Teologi Islam

Teolog Pembebasan dari Bombay

Album

Pergantian

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Campur Sari Politik dan Bisnis

Catatan Pinggir

Kami

Tari

Tembang Duka Padang Kurusetra

Televisi

Terkapar karena Makelar

TEMPO|interaktif

Jagoan Soto Padangnya Bambang Pamungkas

Prandelli Yakin Balotelli Tak Nakal Lagi  

Nasional

Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur  

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif