• Home
  • 12 Agustus 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 Agustus 2002

    Bos Baru Dirgantara Indonesia

    PUCUK pemimpin boleh berganti, tapi aksi demo karyawan PT Dirgantara Indonesia tampaknya belum akan berakhir. Jumat pekan lalu, saat Edwin Sudarmo baru saja dilantik menjadi Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) menggantikan Jusman Syafei Djamal-dirut yang terus didemo selama tiga tahun menjabat-aksi unjuk rasa sudah dirancang. Puluhan karyawan mendesak Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan agar meminta Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi membatalkan pemilihan Edwin. Alasannya, Edwin, yang sebelumnya Kepala Divisi Engineering Resource and Development, dianggap tidak memiliki kepemimpinan dan arogan. Tapi protes ini bisa diredam dan karyawan bisa menerima susunan baru direksi karena empat anggota direksi yang lain bisa mereka terima. Beban berat sudah menunggu Edwin. Perusahaan yang 93 persen sahamnya dimiliki Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini menghadapi tiga masalah besar. Restrukturisasi utangnya yang mencapai Rp 2,3 triliun belum beres. Produsen pesawat ini juga terus merugi dan kini total kerugiannya sudah mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, inefisiensi yang gawat harus segera diatasi. "Jumlah tenaga kerja yang kini mencapai sembilan ribu harus dikurangi seperempatnya," kata Edwin kepada Ucok Ritonga dari Tempo News Room. Sebelum dilantik, direksi tersebut menandatangani pernyataan bersedia diganti bila gagal memenuhi target. Kelihatannya, perjalanan karir mereka sudah terbaca.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan 1

Sakit

TEMPO DOELOE

Buku

Bahasa Gambar nan Damai

Indonesiana

Wasit Goblok

Demonstrasi Tahi Sapi

Surat Dari Redaksi

Seabad Bung Hatta

TEMPO|interaktif

Jagoan Soto Padangnya Bambang Pamungkas

Prandelli Yakin Balotelli Tak Nakal Lagi  

Nasional

Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur  

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif