• Home
  • 12 Agustus 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 Agustus 2002

    Wasit Goblok

    PEMAIN atau penonton mengeroyok wasit sudah lumrah di negeri ini. Tapi yang terjadi di Desa Popongan, Karanganyar, Jawa Tengah, sungguh keterlaluan. Kali ini justru wasit yang bermain tinju di lapangan sepak bola. Peristiwa itu berlangsung Kamis dua pekan lalu, saat big match antara tim dari Desa Popongan dan tim Desa Pengin dalam turnamen menyambut hari kemerdekaan. Saking tegangnya "perang antarkampung" ini, para pe-main sudah berebut bola walau wasit Suroto, 22 tahun, belum meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Tapi si wasit, yang masih berada di pinggir lapangan, membiarkan saja. Melihat adegan aneh itu, Mbah Arjo, seorang penonton, kesal. Sebagai penggila bola yang menonton hampir semua pertandingan pada Piala Dunia lalu, dia sangat paham aturan bermain sepak bola. Lelaki 60 tahun itu pun tidak betah untuk tidak berkomentar. "Wasit guoblok!" teriaknya berkali-kali. Nama-nama satwa di kebun binatang juga dia lontarkan dengan bahasa Jawa untuk mengumpat sang wasit. Merasa dicaci, darah muda Suroto cepat mendidih. Dia sudah masuk ke tengah lapangan, tapi buru-buru balik lagi ke pinggir untuk menghampiri Mbah Arjo, tetangganya sendiri. Suroto lalu meninju muka dan tubuh kakek yang sehari-hari dikenal sebagai tukang kayu itu. Para pemain yang semula asyik berebut bola turut mengerumuninya. Bukannya melerai, mereka malah turut menghajar si kakek. Hujan bogem mentah itu membuat Mbah Arjo tersungkur. Belum puas juga, pengeroyok lalu menginjak-injak tubuh kerempeng itu dengan kaki yang bersepatu bola. Setelah Mbah Arjo pingsan, barulah pengeroyokan berhenti. Si korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Karanganyar. Selama seminggu dia dirawat di sana karena tiga tulang iganya patah dan tulang dagunya melesak masuk. Akibat insiden ini, bukan hanya pertandingan hari itu bubar, tapi turnamennya pun dihentikan. Namun lurah setempat berhasil mendamaikan mereka setelah Suroto bersedia mengganti seluruh biaya pengobatan Mbah Arjo. "Saya menyesal, ternyata dia menghabiskan banyak biaya," kata Suroto, yang masih berstatus mahasiswa. Hanya, Poniyem, istri Mbah Arjo, masih menggerutu. "Suami saya tidak bisa bekerja lagi. Bagaimana kami bisa makan sehari-hari?" Agung Rulianto, Dewi Retno, Imron Rosyid (Solo)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan 1

Sakit

TEMPO DOELOE

Buku

Bahasa Gambar nan Damai

Indonesiana

Wasit Goblok

Demonstrasi Tahi Sapi

Surat Dari Redaksi

Seabad Bung Hatta

TEMPO|interaktif

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif