• Home
  • 02 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 September 2002

    Ludrukan Telanjang

    ADA orang iseng yang mempermainkan seniman ludruk Willy Sugriwo, 35 tahun. Juli lalu, pemimpin Kelompok Ludruk Masa Baru Jombang ini menerima pesan via telepon dari seseorang yang mengaku bernama Drs. Bambang Purbandono, M.Si. Bambang ini mengaku sebagai Ketua Dewan Kesenian Pariwisata Jawa Timur (DKPJ). Kata si Bambang, Griwok, begitu panggilan akrab Willy, akan memperoleh penghargaan dari DKPJ, yaitu diangkat menjadi anggota lembaga itu dan memperoleh gaji Rp 750 ribu per bulan. Ini berkat prestasi Griwok dalam Festival Ludruk di Taman Wisata Jombang pada 2001, yang menobatkannya sebagai pemain terbaik. Cuma, ada syaratnya. "Saya harus lulus ujian berupa menari telanjang saat pentas ludruk," kata Griwok kepada Dwidjo U. Maksum dari Tempo News Room, Kamis pekan lalu. Ada pula syarat tambahan. Dalam menari telanjang itu, Griwok harus melumuri sekujur tubuhnya dengan jelaga yang berwarna hitam dan hanya menutup kemaluannya dengan sehelai daun pisang kering. Pesan itu diabaikan Griwok karena ia memang tak kenal si penelepon. Cuma, karena si Bambang menelepon setiap hari, Griwok tak enak hati. Akhirnya, ia mencoba melakukan apa yang diperintahkan Bambang. Ketika kelompok ludruknya manggung di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, 19 Agustus lalu, Griwok pun menari dengan tubuh bugil dan hanya bagian kemaluannya yang ditutupi sehelai daun pisang. Pertunjukan lancar-lancar saja, padahal Griwok tak pernah bertemu dengan Bambang di sana. Eh, sehari kemudian, si Bambang menelepon Griwok lagi. Seraya memuji-muji penampilan seniman ludruk itu, Bambang berjanji akan segera memproses pemberian penghargaan DKPJ. Terakhir, Bambang menelepon kembali pada 21 Agustus lalu untuk meminta syarat lagi dari Griwok, yakni menari telanjang berkeliling Kota Surabaya. Alasannya, tarian itu bagian dari upacara pelantikan anggota baru DKPJ. Langsung Griwok curiga pada syarat gendeng ini. Penduduk Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelangan, Kabupaten Jombang, itu ogah menuruti permintaan ini kecuali bila si penelepon menemuinya. Si Bambang tak berkeberatan. Disepakatilah pertemuan di sebuah restoran di Kota Surabaya. Pada hari yang disepakati, Griwok meluncur ke Surabaya. Namun, ditunggu berjam-jam di sebuah restoran, Bambang tak kunjung datang. Griwok lalu mencoba datang ke Dinas Pariwisata Jawa Timur. Setelah mendengar keterangan petugas kantor itu, barulah Griwok tersadar bahwa dirinya tertipu. Selain tak ada soal penghargaan dan syarat tarian telanjang, tak ada orang dinas tersebut yang bernama Bambang Purbandono. "Saya langsung lemas saat itu. Bajingan tenan wong kuwi (orang itu betul-betul bajingan)," kata Griwok seraya tersenyum pahit. Kelik M. Nugroho

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Kanguru dalam Permesta

Paul Ormerod: "Pemutihan Utang Adalah Ide Buruk"

Catatan Pinggir

Sokrates

Neat and Tidy

Indonesiana

Manusia Gua di Sumenep

Ludrukan Telanjang

Marriage Vows

Televisi

Makan Siang Bersama Borgol dan Darah

TEMPO|interaktif

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif