• Home
  • 02 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Siswo Budoyo, Lakonmu Kini


    Tobong kesenian tradisional ini terbengkalai di sebuah sudut Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Tiada lagi gemerlap lampu warna-warni pada malam hari. Ketoprak Siswo Budoyo telah menghentikan pertunjukannya sejak beberapa bulan silam gara-gara sepi penonton. Sebanyak 87 pemainnya terpaksa mengais rezeki dengan menjadi pelatih tari, perias pengantin, atau bahkan penjual minuman. Masa keemasan ketoprak Tulungagung ini tinggal kenangan. Siswo Budoyo dalam keadaan sekarat. Padahal grup ini merupakan satu-satunya ketoprak kondang yang berkeliling di Jawa Timur. Inikah ujung lakon sebuah ketoprak tobong?
  • 'Sang Prabu' Terpaksa Berjualan


  • Ki Siswondo, Sebuah Legenda Kejayaan


    Dia memperkenalkan manajemen modern dalam kelompok seni tradisional.
  • Ketoprak dengan 'Style'


  • Dulu Jual Karcis, Kini Selebriti


    Tidak semua bekas anggota Siswo Budoyo hidup pas-pasan. Lihatlah Topan dan Leysus.
  • Siswo Budoyo, The Way You Were


    The traditional art of traveling ketoprak is left abandoned in a corner in Surabaya's public amusement park. No more the bright, colorful lights at night. Ketoprak Siswo Budoyo ceased operation several months ago due to the lack of audience. Its 87 players had no choice but to earn their livings by becoming dance instructors, bridal makeup artists, even soft drinks vendors. The golden age of the Tulungagung ketoprak is now but a memory. Siswo Budoyo is dying. It's the only famous ketoprak tobong (traveling ketoprak) in East Java. Is this the final curtain?
  • The King Sells Soft Drinks


  • A Ketoprak Legend


    Ki Siswondo introduced modern management to traditional theatre.
  • Ketoprak With Style


  • From Ticket Seller to Celebrity


    Not all former Siswo Budoyo members have it rough. Look at Topan and Leysus.
cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Kanguru dalam Permesta

Paul Ormerod: "Pemutihan Utang Adalah Ide Buruk"

Catatan Pinggir

Sokrates

Neat and Tidy

Indonesiana

Manusia Gua di Sumenep

Ludrukan Telanjang

Marriage Vows

Televisi

Makan Siang Bersama Borgol dan Darah

TEMPO|interaktif

Seni & Hiburan

10 Lagu Terbaik Whitney Houston  

Nasional

Gus Solah Sarankan FPI Lakukan Survei

Olahraga

Lawan Novara, Inter Milan Mainkan Stankovic

Nasional

Jokowi Ternyata Rindu Didemo

Metro

Nyabu, Pegawai Kejaksaan Negeri Cibinong Ditangkap  

Metro

Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN

Olahraga

Meski MU Menang, Alex Ferguson Tak Puas

Olahraga

Rooney Tertarik Jadi Kapten Inggris

Olahraga

Kalahkan Hong Kong, Indonesia Hadapi Thailand  

Seni & Hiburan

Panitia Grammy Ubah Acara Demi Whitney  

Nasional

Begini Ikrar Sumpah Pemuda Jilid II

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif