• Home
  • 02 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 September 2002

    Harta Karun (1)

    SUNGGUH ironis, ada seorang Menteri Agama yang menunggui penggalian harta karun yang konon peninggalan Prabu Siliwangi. Barangkali yang ada dalam benak Pak Menteri: apa salahnya mencari upaya lain untuk melunasi utang negara saat tim ekonomi andalan Presiden tidak mampu mencari jalan keluar dari krisis ekonomi? Tapi, terlepas dari kontroversi perusakan cagar budaya, betulkah ada harta karun di Batutulis, Bogor? Menurut hemat saya, harta karun yang diwariskan oleh nenek moyang kita sebenarnya sudah habis. Demikian pula jenis kekayaan lainnya. Hutan seluas jutaan hektare telah dibabat habis. Samudra yang membentang luas di antara kepulauan Nusantara telah dirusak ekosistemnya sehingga terumbu karang dan ikan enggan berkembang biak. Tanah yang dulu sangat subur—bahkan Koes Plus mengibaratkan tongkat dan batu jadi tanaman—kini gersang, dan paceklik terjadi di mana-mana. Harta karun yang sangat melimpah tersebut telah dimakan secara rakus oleh para koruptor negeri ini. Rakyat hanya mendapat ”bekas galiannya”. Kalau ternyata Pak Menteri benar-benar bisa menemukan harta karun, saya usul agar dia memimpin departemen baru yang mengurusi perburuan harta karun. Departemen ini bisa go international dan menjalin kerja sama dengan Inggris untuk memburu harta karun nenek moyang Ratu Elizabeth lewat sistem bagi hasil. Dengan demikian, akan diperoleh devisa negara yang berguna untuk memakmurkan rakyat. AGUS SUKARNO SURYATMOJO Telukjambe, Karawang Jawa Barat
cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Kanguru dalam Permesta

Paul Ormerod: "Pemutihan Utang Adalah Ide Buruk"

Catatan Pinggir

Sokrates

Neat and Tidy

Indonesiana

Manusia Gua di Sumenep

Ludrukan Telanjang

Marriage Vows

Televisi

Makan Siang Bersama Borgol dan Darah

TEMPO|interaktif

Olahraga

Juara Antar Pulau, Sriwijaya Fokus di Liga Super

Olahraga

Buntut Tewasnya Tomizawa, MotoGP Kembangkan Pelindung Tambahan

Nasional

Hari Ini Erwin Arnada Ditunggu Kejaksaan Untuk Eksekusi

Olahraga

Rooney Temani Inggris ke Swiss

Nasional

Malaysia Tangkap Lagi Lima Nelayan Indonesia

Nasional

Hari ini, Presiden Akan Kunjungi Pengungsi Sinabung

Nasional

SBY dan Kuliah Politik Saat Berbuka

Nasional

Laporan Polisi Malaysia Sebut Pemerasan Petugas DKP

Nasional

Staf Panda Nababan Cairkan Cek Rp 1,4 Miliar

Nasional

DPR Ulur Waktu Pembangunan Gedung Baru

Internasional

Suu Kyi Akan Gugat Junta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright ©20010 TEMPOinteraktif