• Home
  • 23 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 23 September 2002

    Bank Niaga: Dijual atau Tidak

    Penjualan Bank Niaga kembali jadi kontroversi. Adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan, Kwik Kian Gie, yang lagi-lagi memprotes penjualan bank-bank rekap. Alasannya tetap sama: masih ada obligasi rekap di bank yang mau dijual itu. Menurut Kwik, di Bank Niaga masih ada obligasi rekap senilai Rp 9,4 triliun, sedangkan menurut direksi Niaga jumlahnya tinggal Rp 7,4 triliun. Nah, dengan bunga 12 persen saja, Bank Niaga akan menyedot bunga obligasi sekitar Rp 1 triliun per tahun. Ini jumlah yang tidak kecil, dan jelas menguntungkan Bank Niaga, termasuk pemiliknya yang baru. Karena itu pula agaknya, Komisi IX DPR RI juga kritis menanggapi rencana divestasi saham pemerintah di Bank Niaga. Dalam rapat internal Selasa pekan lalu, Komisi Keuangan dan Perbankan ini mengusulkan agar BPPN menegosiasi ulang harga Bank Niaga dengan calon kuat investor, yakni Commerce dari Malaysia. DPR minta agar harganya dinaikkan sampai 2,5 nilai buku atau minimal Rp 30 per lembar. Seperti diketahui, Konsorsium Commerce Asset Holding Berhad, yang adalah penawar terakhir, telah mengajukan harga Rp 26,5 per saham (1,45 nilai buku), lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan BPPN sebesar Rp 24,84 (1,38 nilai buku). Jika transaksi dengan Commerce terlaksana, pemerintah akan memperoleh hasil divestasi 51 persen sahamnya sebesar Rp 1,057 triliun. Sementara itu, Ketua BPPN Syafruddin Temenggung berpendapat, jika dilakukan reverse stock split atau pengumpulan kembali saham, saham Bank Niaga bisa dijual Rp 2.400 per lembar. Ini berarti lebih baik daripada harga penjualan saham BCA senilai Rp 1.775. Sesuai dengan usul DPR, Jumat pekan lalu BPPN menegosiasi kembali harga, dan Senin ini hasilnya akan dilaporkan ke Komisi IX DPR. Menurut Deputi Ketua BPPN bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender, BPPN mungkin akan meminta Commerce menaikkan penawarannya hingga dua kali nilai buku atau sekitar Rp 36-total menjadi sekitar Rp 1,4 triliun. Tapi semuanya bergantung pada Commerce. Direktur Utama Bank Niaga, Peter B. Stok, mengatakan bahwa pihaknya meminta agar pemerintah segera membereskan divestasi Niaga. "Sudah dua kali rencana divestasi Bank Niaga gagal. Kita harapkan yang ketiga ini jangan sampai gagal lagi," katanya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Pengangkatan

Penghargaan

Buku

Bukan Mimpi 1001 Malam

Resensi

Setitik Progres di Masa Abdurrahman Wahid

Catatan Pinggir

Kuo Pau Kun

Sancho

Indonesiana

Kesurupan Menular

'Drakula' Pensiunan

Layar

Tari Tunggal: Menari dalam Kesunyian

Dari Dolalak sampai Kafka

Para Maestro yang Tetap Bercahaya

Ralat

Erratum

TEMPO|interaktif

Jackie Chan Tak Suka Kekerasan  

Nasional

Kejaksaan Temukan Aliran Duit PNS Batam ke Dhana  

Olahraga

Gagal Bawa Bayern Raih Gelar, Heynckes Ogah Pergi  

Gaya Hidup

Rumput Laut Jauhkan Jerawat dari Wajah  

Pria Stres Jadi Lebih Bersahabat  

Baru 15 Cagar Budaya Kalimantan Barat yang Diakui

Waktu Paling Seksi Para Wanita  

Olahraga

Liverpool Lepas Aurelio ke Gremio  

Nasional

BIN Diminta Tak Urus Serbuan Massa ke Anas-Ibas  

Nasional

Insiden Anas-Ibas Efek Konflik Internal Demokrat  

Nasional

Fans Trio Macan Tanya Soal @TrioMacan2000  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif