• Home
  • 23 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 23 September 2002

    'Drakula' Pensiunan

    MENJADI pensiunan serba tidak enak. Ini juga dialami Djanoto, pensiunan polisi di Banyuwangi, Jawa Timur. Gara-gara salah memilih hobi, dia diusir tetangganya. Lelaki 70 tahun ini juga mesti berurusan dengan aparat polisi, yang beberapa di antaranya mungkin bekas anak buahnya. Kegemaran Djanoto memang aneh. Saat awal-awal menempati rumah kontrakannya di Perumahan Giri Mulya, Banyuwangi, dia langsung memborong 20 ekor ayam. Buat pesta? Bukan. Tanpa disembelih dulu, sebagian ayam itu langsung digunduli bulunya. Lalu, seperti drakula, dia menggigit leher ayam itu sampai tewas. Bangkainya dibuang begitu saja. Baru sepekan dia tinggal di kompleks itu, ulahnya segera membuat gerah para tetangganya. Soalnya, setiap pagi selalu ditemukan bangkai ayam tanpa darah di jalan atau di halaman rumah Djanoto. "Mungkin darahnya diminum," kata seorang tetangganya. Warga setempat lalu menelisik asal-usul lelaki tanpa anak dan istri ini. Ternyata, ketika tinggal di Rogojampi, Banyuwangi, dia punya kebiasaan yang sama. Karena diusir penduduk di situ, Djanoto mencoba tinggal di Giri Mulya. Setelah mengetahui belangnya, warga di Kompleks Giri Mulya buru-buru menghubungi polisi. "Jadi, polisi yang menyuruh Djanoto pergi," kata aparat desa setempat. Bekas Kepala Seksi Sabhara Kepolisian Sektor Rogojampi itu akhirnya angkat kaki dengan membawa semua perabot rumahnya plus 10 ekor ayam. Diduga, dia tengah mempelajari ilmu santet. Untuk mendapatkan ilmu ini, menurut paranormal Permadi, jalannya beragam. Kebiasaan yang dilakukan Djanoto memang mencurigakan. Anggota parlemen itu khawatir jika suatu saat ayam tak terbeli lagi. "Jangan-jangan darah orang yang diminum," kata Permadi. Komentar Djanoto? Dia tak sudi disebut sebagai dukun santet. "Buktikan kalau memang ada yang saya santet," ujarnya menantang. Bahkan lelaki ini siap disumpah pocong. Dia juga mengelak dianggap melanggar "hak asasi ayam". "Mau saya gunduli atau saya sembelih, terserah saya. Wong itu ayam saya sendiri," ujarnya jengkel. Agung Rulianto, Kukuh Wibowo (Sumenep), Bibin (Banyuwangi)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Pengangkatan

Penghargaan

Buku

Bukan Mimpi 1001 Malam

Resensi

Setitik Progres di Masa Abdurrahman Wahid

Catatan Pinggir

Kuo Pau Kun

Sancho

Indonesiana

Kesurupan Menular

'Drakula' Pensiunan

Layar

Tari Tunggal: Menari dalam Kesunyian

Dari Dolalak sampai Kafka

Para Maestro yang Tetap Bercahaya

Ralat

Erratum

TEMPO|interaktif

Internasional

Barack Obama, Presiden Pertama Aktif di Twitter

Mengapa Orang Lebih Terbuka Saat Mengirim SMS

Jackie Chan Tak Suka Kekerasan  

Nasional

Kejaksaan Temukan Aliran Duit PNS Batam ke Dhana  

Olahraga

Gagal Bawa Bayern Raih Gelar, Heynckes Ogah Pergi  

Gaya Hidup

Rumput Laut Jauhkan Jerawat dari Wajah  

Pria Stres Jadi Lebih Bersahabat  

Baru 15 Cagar Budaya Kalimantan Barat yang Diakui

Waktu Paling Seksi Para Wanita  

Olahraga

Liverpool Lepas Aurelio ke Gremio  

Nasional

BIN Diminta Tak Urus Serbuan Massa ke Anas-Ibas  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif