• Home
  • 30 September 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 30 September 2002

    Itikad Memahami Pesan Tuhan

    Hermeneutika Qur'ani: Antara Teks, Konteks, dan Kontekstualisasi Penulis : Fakhruddin Faiz Penerbit : Qalam, Yogyakarta Cetakan : Pertama, April 2002 Tebal : ix + 147 halaman Diturunkan 15 abad yang lalu, Al-Quran diyakini umat Islam sebagai sumber utama, tempat semua masalah hidup disandarkan. Zaman terus berlalu. Islam berkembang ke wilayah-wilayah yang memiliki perbedaan dengan kondisi sosial-historis di saat Al-Quran diturunkan. Akselerasi zaman ini melahirkan pula berbagai masalah kontemporer yang membutuhkan jawaban. Untuk itu, diperlukan interpretasi atau penafsiran Al-Quran secara kontekstual. Fakhruddin Faiz, staf pengajar Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mencoba menelaah karya Rasyid Ridha dan Abduh (dalam tafsir Al-Manar) serta Hamka (dalam tafsir Al-Azhar) untuk menyusuri seberapa jauh metode interpretasi dari kedua tafsir itu memuat unsur-unsur hermeneutika. Pelacakan Faiz menemukan bahwa kedua tafsir tersebut cukup kuat dalam melakukan penafsiran dengan cara hermeneutika. Dengan mengolah teks, misalnya, baik Ridha, Abduh, maupun Hamka telah berupaya menggali makna Al-Quran secara operatif fungsional. Mereka berupaya agar Al-Quran itu dapat dijadikan petunjuk nyata bagi kehidupan umat Islam. Ada sikap rasional dalam mengolah teks dari ketiga penulis di atas-walau bukan tanpa kelemahan. Menurut Faiz, mereka lebih menekankan aspek langue (bahasa) daripada aspek parole (kata-kata). Dalam tafsir Al-Manar, misalnya, Abduh berusaha mengubah pandangan orang karena ia menolak poligami (An-Nisa': 3), yang dia nilai tidak adil terhadap perempuan. Sementara itu, Hamka, dalam menafsirkan surat Muhammad: 4, tampak teguh berpendapat bahwa Nabi pernah pula memberikan hukuman kepada tawanannya, meski ia memiliki sifat welas asih. Penelusuran penulis buku ini sampai pada kesimpulan bahwa kedua tafsir tersebut bercorak hermeneutik. Faiz melihat aspek teks, konteks, dan kontekstualisasi dari kedua tafsir tersebut amatlah kental. Namun, tak dapat diingkari bahwa ketiga aspek itu masih jarang bisa berjalan secara bersama-sama. Kendati demikian, upaya Ridha, Abduh, dan Hamka dalam menggali makna teks untuk memahami pesan Tuhan itu setidaknya merupakan satu itikad yang patut dihargai. Nur Mursidi, Peneliti Lembaga Pantheon, Yogyakarta

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

MENINGGAL

TERPILIH

PROMOSI DOKTOR

Buku

Radikalisme Keagamaan: Dibubarkan atau Dibiarkan?

Islam Kiri Minus Hanafi

Itikad Memahami Pesan Tuhan

Catatan Pinggir

Patriotisme

Indonesiana

Kesurupan Menular

'Drakula' Pensiunan

TEMPO|interaktif

Internasional

Barack Obama, Presiden Pertama Aktif di Twitter  

Mengapa Orang Lebih Terbuka Saat Mengirim SMS

Jackie Chan Tak Suka Kekerasan  

Nasional

Kejaksaan Temukan Aliran Duit PNS Batam ke Dhana  

Olahraga

Gagal Bawa Bayern Raih Gelar, Heynckes Ogah Pergi  

Gaya Hidup

Rumput Laut Jauhkan Jerawat dari Wajah  

Pria Stres Jadi Lebih Bersahabat  

Baru 15 Cagar Budaya Kalimantan Barat yang Diakui

Waktu Paling Seksi Para Wanita  

Olahraga

Liverpool Lepas Aurelio ke Gremio  

Nasional

BIN Diminta Tak Urus Serbuan Massa ke Anas-Ibas  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif