• Home
  • 18 November 2002
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 18 November 2002

    'Pembangkangan' Warga Solo

    SIRENE banyak sekali fungsinya. Suaranya bisa menjadi tanda orang harus berkumpul, bisa juga sebagai tanda adanya bahaya. Tapi sering sirene bisa memicu "pembangkangan" warga kota. Tak percaya? Di Kota Solo, Jawa Tengah, hal itu pernah terjadi. Menjelang Hari Pahlawan, 10 November lalu, sebetulnya Wali Kota Solo, Slamet Suryanto, sudah punya rencana matang buat memperingati hari bersejarah itu. Dia meminta warganya mengheningkan cipta secara massal selama 60 detik yang dimulai tepat pukul 08.15. Gagasan itu telah disiarkan Pemerintah Kota Solo jauh-jauh hari lewat media massa. Agar hal itu bisa dilaksanakan secara serentak, sirene di Stadion Sriwedari akan dibunyikan sebagai tanda pengheningan cipta dimulai. Diserukan juga kepada orang-orang desa yang mendengarnya agar memukul kentungan, lalu diikuti desa-desa lainnya secara sambung-menyambung. Karena rencana itu sudah didengungkan berkali-kali, para petinggi Pemerintah Kota Solo pun yakin sekali segalanya bakal berjalan lancar. Upacara peringatan Hari Pahlawan pun dilaksanakan dengan khidmat di Taman Makam Pahlawan Bakti Jurug. Kepala Kepolisian Resor Kota Solo, Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Hermanu, tampil menjadi inspektur upacara mewakili Wali Kota, yang sedang sakit. Tapi para peserta upacara heran mengapa warga Solo tetap saja lalu-lalang di jalanan tepat pada pukul 08.15. Tak ada yang menghentikan kegiatan, apalagi mengheningkan cipta. Pembangkangan terhadap perintah Wali Kota? Ternyata bukan. Pagi itu warga sama sekali tidak mendengar bunyi sirene dari Stadion Sriwedari. Usut punya usut, rupanya ada masalah teknis. Pada detik-detik itu, kunci untuk membuka ruang mesin sirene tidak bisa ditemukan oleh petugas. Dulu kuncinya sempat dipegang oleh PLN Solo, tapi sudah diserahkan ke asisten II, lalu diberikan lagi ke Bagian Umum Pemerintah Kota Solo. Namun, "Kami tidak tahu persis siapa yang membawanya," ujar Rumdhani, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kota Solo. Jadi, jangan salahkan warga Solo jika mereka kurang menghormati para pahlawannya. KMN, Imron Rosyidi, Rinny Srihartini (Bandung)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Pengangkatan

TEMPO DOELOE

Buku

Cerita Partai yang Mengagetkan

Catatan Pinggir

Detektif

Fotografi

Lucifer, Gypsy, dan Dolorosa

Indonesiana

Pencuri Terbentur Kemudi

'Pembangkangan' Warga Solo

Ralat

Ralat

TEMPO|interaktif

Internasional

Bruk! Pintu Pesawat Jatuh di Lapangan Golf  

Nasional

Presiden SBY Diminta Jelaskan Grasi Corby

Olahraga

Pelatih Inter Milan Sanjung Andik Vermansyah  

Internasional

Barack Obama, Presiden Pertama Aktif di Twitter  

Mengapa Orang Lebih Terbuka Saat Mengirim SMS?

Jackie Chan Tak Suka Kekerasan  

Nasional

Kejaksaan Temukan Aliran Duit PNS Batam ke Dhana  

Olahraga

Gagal Bawa Bayern Raih Gelar, Heynckes Ogah Pergi  

Gaya Hidup

Rumput Laut Jauhkan Jerawat dari Wajah  

Pria Stres Jadi Lebih Bersahabat  

Baru 15 Cagar Budaya Kalimantan Barat yang Diakui

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif