• Home
  • 03 Februari 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 03 Februari 2003

    Wanita Modern Salah Langkah

    Wanita Salah Langkah?: Menggugat Mitos-Mitos Kebebasan Wanita Modern Penulis : Danielle Crittenden Penerbit : Qanita, Bandung, 2002 KETIKA kesetaraan gender terjangkau sudah, hidup tidak menjadi lebih menyenangkan. Banyak wanita Amerika yang menolak hamil, menyusui, dan mengasuh anak demi profesi. Tempat penitipan anak memang bertambah ramai, tapi tak sedikit wanita modern yang lalu gelisah menghadapi perkembangan yang bermula pada 1970-an ini. Dalam buku ini, penulis Danielle Crittenden menunjukkan adanya suara seragam di antara keberagaman aspirasi kaum perempuan Amerika. Lewat satu pendekatan fenomenologis-partisipatoris, Crittenden muncul dengan kesimpulan tegas: mereka, para aktivis gerakan pembebasan perempuan, telah salah langkah. Dari penelitiannya, Crittenden menjumpai bahwa kaum wanita di Amerika tetap mendambakan komitmen laki-laki dalam lembaga perkawinan. Mereka masih ingin disayangi, suka bersolek demi kebahagiaan suami, mementingkan merawat dan mendidik anak daripada kariernya, dan seterusnya. Gender memang merupakan konstruksi sosial budaya dari sistem patriarkat, seperti dikatakan para feminis. Dan untuk memperoleh kesetaraan, apa yang bukan bersifat kodrati itu harus diubah dan sifat-sifat feminin dihilangkan. Tapi tidak jelas apakah mengganti femininitas dengan maskulinitas merupakan solusi yang tepat. Crittenden justru mengajak pembaca mencurahkan perhatian pada soal membangun kebahagiaan dan kedamaian dalam relasi antargender dan antarmanusia di muka bumi. Bagi para aktivis feminis, temuan Crittenden tentang realitas sosial wanita di Amerika ini menarik untuk dikaji. Lepas dari setuju atau tidak, fakta-fakta yang ia ungkap patut disimak sebagai bahan renungan dalam rangka membangun relasi laki-laki dan wanita yang tidak saja berkesetaraan, tapi juga dapat melahirkan kebahagiaan dan ketenteraman sejati kedua pihak. Daryati P. Achmad (guru anak-anak, tinggal di Yogyakarta)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

TEMPO DOELOE

Buku

Ketika Pusat Tak Sanggup Mengontrol

Pengaruh Politik Para Kiai

Wanita Modern Salah Langkah

Catatan Pinggir

Perang

TEMPO|interaktif

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

Olahraga

Torres Optimistis Sukses Bersama Chelsea

Nasional

Grasi Corby Langkah Pragmatis Diplomasi Indonesia

Nasional

Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah Bebas  

Metro

Kasus Geng Motor, Reka Ulang 24 Adegan Pembunuhan  

T-ara Tambah Dua Anggota

Nasional

Ke Yogya, SBY Ajak Menteri Bidang Ekonomi Rapat  

Internasional

Bruk! Pintu Pesawat Jatuh di Lapangan Golf  

Nasional

Presiden SBY Diminta Jelaskan Grasi Corby  

Olahraga

Pelatih Inter Milan dan Cambiasso Puji Andik

Internasional

Barack Obama, Presiden Pertama Aktif di Twitter  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif