• Home
  • 17 Februari 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 17 Februari 2003

    Dilarang Memberi Recehan

    JANGAN sembarangan memberikan uang recehan kepada pengamen jalanan di Semarang. Bila nekat, Anda pasti disemprit polisi. Kena tilang? Tidak. Anda hanya akan ditegur dan diberi pamflet berisi ajakan untuk tidak memberi sumbangan kepada para pengemis, pengamen, dan anak-anak jalanan. Adalah Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip yang mengeluarkan kebijakan itu. Alasannya, memberi recehan tak mendidik anak jalanan. Menurut Sukawi, jika ada yang berniat memberi bantuan, lebih baik disalurkan melalui lembaga swadaya masyarakat, panti sosial, atau dinas sosial. Untuk mendukung ajakan itu, sejumlah polisi dan satuan polisi pamong praja telah disebar di beberapa titik perempatan, mengawasi para pengemudi kendaraan. Protes pun datang dari para pengamen dan anak-anak jalanan Semarang. Didampingi para aktivis Jaringan Peduli Anak dan Perempuan, mereka berkumpul di kawasan Tugu Muda, yang terletak di tengah kota, Sabtu awal Februari silam. Sambil membawa peralatan mengamen seperti kecrek, gitar kecil, dan botol bekas minuman kaleng, mereka membawa spanduk berisi kecaman pada Wali Kota. Fatah Muria dari Jaringan Peduli Anak dan Perempuan mengatakan, prinsipnya mereka mendukung upaya membantu anak jalanan. Namun, dia tidak setuju pada cara yang dipilih aparat Pemerintah Kota Semarang. "Melarang pengendara jalan tidak memberikan uang kepada anak jalanan bukan solusi. Sebab, akar masalahnya bukan di situ," ujar Fatah. Dasar pengamen, ketika sebagian di antara mereka asyik berorasi, sebagian lainnya tak mau kehilangan kesempatan mendapatkan rupiah. Begitu lampu merah menyala, para pengamen itu langsung berhamburan ke jalan dan memainkan kecrek atau gitarnya, mendekati kendaraan yang berhenti. Giliran lampu menyala hijau, mereka kembali melanjutkan aksi unjuk rasa. Reaksi Wali Kota? "Saya tak melarang pengguna jalan memberi sumbangan kepada anak jalanan. Saya hanya minta agar jangan diberikan (langsung) di jalan," kata Sukawi. Ws., Mahbub Djunaidy (Jember), Ecep S. Yasa (Semarang)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Potret Kaum Minoritas Republiken

Ode tentang Perempuan Terbaik

Catatan Pinggir

Bagdad

Indonesiana

Drama di Atas Pipa

Dilarang Memberi Recehan

Layar

Menjenguk Film-Film Horor Indonesia:

Dari Babi Ngepet hingga Jelangkung

Dari 'Siloeman Oeler' sampai 'Tengkorak Hidoep'

Sundel Bolong: 100% Bitjara Melajoe

Ralat

Ralat 'Catatan Pinggir'

TEMPO|interaktif

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya  

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

Olahraga

Torres Optimistis Sukses Bersama Chelsea

Nasional

Grasi Corby Langkah Pragmatis Diplomasi Indonesia

Nasional

Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah Bebas  

Metro

Kasus Geng Motor, Reka Ulang 24 Adegan Pembunuhan  

T-ara Tambah Dua Anggota

Nasional

Ke Yogya, SBY Ajak Menteri Bidang Ekonomi Rapat  

Internasional

Bruk! Pintu Pesawat Jatuh di Lapangan Golf  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif