• Home
  • 03 Maret 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 03 Maret 2003

    Jalan Sunyi Spiritualitas

    Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam Penyunting : Seyyed Hossein Nasr Penerbit : Mizan, Bandung, 2002 Tebal : 651 hlm Apa yang menarik dari "spiritualitas" sekarang ini, terlebih jika ditautkan dengan Islam, yang kini ingar-bingar dengan persengketaan politik? Spiritualitas Islam diyakini telah menghidupkan jiwa masyarakat Islam selama ini, melahirkan figur-figur suci, dan mengilhami kreasi-kreasi seni yang agung. Spiritualitas Islam juga diyakini membawa agama ini pada perjumpaan dengan tradisi keagamaan lain dalam suasana dialog, bukan konfrontasi. Akhirnya, jalan spiritualitas ini menjadi pintu bagi pemahaman Islam yang lebih luas dan mendalam, serta autentik. Spiritualitas itu memang sedemikian penting, tapi jalan ini tidak gampang. Bukan hanya karena kita mudah tergoda oleh hal-hal duniawi, tetapi juga karena apa yang disebut sebagai "spiritualitas" Islam itu penuh dengan belantara. Ia bahkan dianggap telah banyak tercemari. Di sinilah letak relevansi buku ini. Ia menyingkapkan spiritualitas Islam dan berbagai aspeknya dengan cara "yang asli" Islam. Esensi spiritual Islam adalah realisasi dari tauhid, yang berbasis pada teladan dan syafaat Nabi Muhammad. Tujuannya adalah memperoleh sifat-sifat ilahiah, dengan cara meneladani kesempurnaan-kesempurnaan yang dicapai Nabi. Buku ini disunting oleh Seyyed Hossein Nasr, dan ditulis oleh para pakar dan pelaku spiritualitas Islam terkemuka seperti Sachiko Murata, F. Schuon, Abu Bakr Siraj ed-Dien, dan lainnya, yang otoritasnya dalam subyek ini tentu tak bisa diragukan lagi. Meski judulnya Ensiklopedi, isi buku ini bukanlah paparan singkat atas berbagai tema penting spiritualitas: sejarahnya, tokoh-tokohnya, ajaran-ajarannya, dan lainnya. Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam merupakan suatu penjelasan yang luas dan mendalam mengenai dasar-dasar spiritualitas Islam. Penjelasan tentang salat, haji, puasa, zakat dalam cahaya spiritualitas Islam sungguh lebih mendalam daripada sekadar penjelasan fikihiah. Nasr menyebut buku ini sebagai koleksi besar pertama yang membahas spiritualitas Islam sebagai suatu kategori tersendiri. Dalam edisi Inggrisnya, Islamic Spirituality Foundations, buku ini ditujukan untuk pembaca Barat. Dengan demikian, ia ditulis dengan cara yang mudah dimamah dan sekaligus bersifat akademis. Problemnya, standar akademis (di dunia) Barat-seperti dikemukakan Nasr-dianggap berbeda dengan tradisi keilmuan dalam Islam, apalagi ketika membicarakan soal spiritualitas. Tapi sekat inilah yang hendak ditembus oleh buku ini. Dengan bersandar pada logika tradisi keilmuan yang berbeda itu, Nasr tampak telah memagari karya ini dari kemungkinan kritik historis menyangkut sumber-sumber tradisional, masalah otoritas, autentisitas, dan transmisi. Nasr sendiri dalam berbagai karyanya memang memiliki perhatian yang besar pada autentisitas dan sekaligus risau pada "tradisi-tradisi yang tercemari". Menariknya, kesarjanaan spiritualitas Islam sangat menyadari pertemuannya dengan berbagai tradisi bahasa, sastra, ilmu, dan filsafat dari kebudayaan-kebudayaan lain. Lalu, mengapa soal autentisitas (yang asli) ini menjadi penting dipersoalkan? Adakah upaya ini suatu "seleksi" dan "standardisasi" spiritualitas Islam? Dalam kaitan autentisitas inilah, berbagai esai yang berbicara tentang tafsir, sunah, hadis sebagai dasar-dasar spiritual Islam mungkin terasa berseberangan dengan tradisi intelektual Islam kritis mengenai dasar-dasar teks itu seperti yang digemakan oleh Mohamed Arkoun atau Nasr Hamid Abu Zayd. Atau, esai tentang spiritualitas perempuan di sini agak lain nadanya dengan perspektif feminisme Islam yang kini banyak dikibarkan. Mereka yang mengandaikan agama (Islam) sebagai kritik, jalan spiritual mungkin dianggap a-historis. Bahkan suatu eskapisme. Namun, bagaimanapun, ia adalah alternatif atas "kekosongan batin" yang dibawakan modernitas. Dan di tengah merebaknya "fundamentalisme" Islam sekarang ini, spiritualitas Islam juga bisa menjadi solusi. Spiritualitas melakukan revolusi pertama-tama di dalam diri, ruang batin. Demikianlah spiritualitas Islam. Ia adalah jalan sunyi dan hening. Hairus Salim H.S. Staf Institut Kajian Agama dan Multikulturalisme (IKAM), Yogyakarta

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Dewi Tersandung Omkara

Album

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Antara Tukang Mi dan Mutasi Hakim

Jalan Sunyi Spiritualitas

Catatan Pinggir

Analisis

Fotografi

Bali pada Sebuah Hari yang Kelam

Seni Rupa

Ke Venesia, Membawa 'Darah'

Jejak Affandi di Venesia

TEMPO|interaktif

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Olahraga

Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

Olahraga

Torres Optimistis Sukses Bersama Chelsea

Nasional

Grasi Corby Langkah Pragmatis Diplomasi Indonesia

Nasional

Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah Bebas  

Metro

Kasus Geng Motor, Reka Ulang 24 Adegan Pembunuhan  

T-ara Tambah Dua Anggota

Nasional

Ke Yogya, SBY Ajak Menteri Bidang Ekonomi Rapat  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif