• Home
  • 03 Maret 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 03 Maret 2003

    Bali pada Sebuah Hari yang Kelam

    Tak ada yang berubah di Bali kecuali sebuah prasangka dan fanatisisme yang terwujud pada sebuah malam Oktober 2002 lalu. Tak ada yang berubah di atas langit Bali, ataupun di dalam hati pencintanya, kecuali kini dia menjadi tempat yang-untuk sementara-dijauhi para wisatawan hingga rasa aman sudah kembali. Syahdan, fotografer Kemal Jufri adalah satu dari mereka yang tiba di Legian, Kuta, setelah bom meledak. Kemal menjadi saksi dari Bali yang hangus dan berjelaga. Dan rekamannya itu kemudian ditatap bukan hanya oleh pembaca majalah ini, tetapi juga majalah Time internasional. Melalui kamera Kemal pada hari-hari setelah pengeboman di Bali di bulan Oktober 2002 itu, kita kemudian mencoba memahami Bali yang "baru", yang lahir setelah sebuah tragedi dan rasa sakit. Legian yang luluh-lantak dengan beberapa bangkai mobil yang "berhenti" dan "mati" di muka Sari Club; deretan jenazah di lorong Rumah Sakit Sanglah; upacara demi upacara; wajah-wajah turis dengan tatapan kosong; kantong-kantong plastik berisi potongan jenazah.... Kamera Kemal terus bergerak. Dan kita menyaksikan gerak itu sebagai sebuah tenaga yang mengingatkan hari itu. Hari yang hitam. Di Toko Buku Aksara, Kemang, Jakarta, wajah Bali yang hitam dan berjelaga dan Bali yang runtuh oleh tangan Amrozi, Imam Samudra, Ali Imron, dkk itu dipajang di antara buku-buku sejak sebulan silam. Mungkin ini bukan tempat yang tepat untuk menyatukan foto-foto tragis di antara buku-buku itu, karena fokus mata menjadi buyar. Pilihan foto-foto yang dipamerkan juga menjadi tanda tanya karena, dari begitu banyak hasil rekaman Kemal, pasti masih banyak hasil rekamannya yang jauh lebih simbolis daripada sekadar foto-foto yang bercerita. Harus diingat, Kemal adalah fotografer penerima Award of Excellence dari Picture of the Year di AS. Hasil rekamannya adalah sebuah jaminan mutu. Tentu pilihan seorang editor yang tepat dan kuratorial yang jitu juga akan mempengaruhi keseluruhan penyajian. Bagaimanapun, ini pameran yang penting karena inilah sebuah bagian dari gerakan yang ingin mengingatkan kita pada sebuah hari yang menjadi titik hitam dalam sejarah negeri ini. Leila S. Chudori

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Dewi Tersandung Omkara

Album

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Antara Tukang Mi dan Mutasi Hakim

Jalan Sunyi Spiritualitas

Catatan Pinggir

Analisis

Fotografi

Bali pada Sebuah Hari yang Kelam

Seni Rupa

Ke Venesia, Membawa 'Darah'

Jejak Affandi di Venesia

TEMPO|interaktif

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Olahraga

Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

Olahraga

Torres Optimistis Sukses Bersama Chelsea

Nasional

Grasi Corby Langkah Pragmatis Diplomasi Indonesia

Nasional

Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah Bebas  

Metro

Kasus Geng Motor, Reka Ulang 24 Adegan Pembunuhan  

T-ara Tambah Dua Anggota

Nasional

Ke Yogya, SBY Ajak Menteri Bidang Ekonomi Rapat  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif