• Home
  • 03 Maret 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 03 Maret 2003

    Jejak Affandi di Venesia

    Venice, 23rd December 1953 "?.. I wish to tell you how interesting the stand of your country has been for me. This is why I would like The Exprezione Internazionale Biennale d'Arte at Venetia to be the first to show to Italy such a high level artist as Affandi. The Biennale di Venice will put your disposal a room, if you are willing to accept our offer. " The Secretary General Prof. Rudolf Palluchène Potongan surat di atas seperti menjadi saksi. Datang dari salah seorang kurator di Venesia untuk Affandi, setengah abad lalu. Saat itu kota air ini akan disesaki seniman dari segala penjuru dunia. Pembicaraan orang-orang di gondola pun tak jauh dari sebuah hajat besar yang sedang digelar di kota itu, "La Biennale di Venice". Bienal Venesia, sebuah ajang pameran seni internasional dua tahunan, tertua, dan terbesar. Tak kurang dari pelukis-pelukis besar seperti Picasso hadir di sana. Jauh dari keriuhan nama-nama besar itu, seorang pelukis dari sebuah negara Asia yang baru merdeka hadir di sana. Affandi mendapat undangan langsung untuk mengikuti Bienal Venesia dari sang profesor seorang. Potongan suratnya menunjukkan bagaimana minat Rudolf terhadap karya-karya Affandi, yang sebelumnya sukses mengikuti Bienal Sao Paulo di Brazil. Surat itu sendiri terekam di buku Corat-coret Affandi, yang ditulis Mochtar Apin. Menurut Kartika, putri sulung Affandi, saat itu ayahnya sedang berada di London, mengunjungi Kartika yang melahirkan cucu pertamanya. Ia menerima dua undangan: dari profesor itu dan dari Menteri Kebudayaan Indonesia saat itu, Priyono. Mereka ingin Affandi mengikuti Bienal Venesia, mewakili Indonesia. Berangkatlah Affandi ke Venesia. Menurut Kartika, Affandi membawa sekitar 40 lukisan. Semua merupakan hasil garapannya sepanjang 1938-1953, tatkala si pelukis melawat ke India dan Eropa. Semua bergaya ekspresionis, di antaranya Gadis Inggris, London Bridge, dan Kelahiran Cucuku Pertama. Seingat Kartika, di acara bienal itu Affandi tidak mendapat penghargaan dari penyelenggara. Tapi opini publik yang diperlihatkan dari media massa justru mengatakan seharusnya Affandi yang menerima penghargaan. Namanya, menurut Kartika, memenuhi media massa setempat saat itu. Penghargaan datang juga dari Bung Karno untuk Affandi, yang setelah bienal itu menetap di Italia. "Bung Karno mengirim telegram kepada Affandi, mengucapkan selamat dan terima kasih karena sudah membawa nama bangsa," cerita Kartika kepada TEMPO. Sayangnya, tidak ada dokumentasi sejarah yang menegaskan kehadiran Affandi di acara bienal itu. Misalnya, selain undangan dari sang profesor, tidak ada katalog atau catatan kurator Affandi saat itu. Inilah yang membuat ragu pengamat seni Jim Supangkat. "Buktinya hanya undangan profesor itu," ujar Jim Supangkat. Menurut Jim, kemungkinan besar, kalaupun Affandi berangkat ke bienal, dia tidak mengikuti pameran utamanya (core exhibition) yang biasanya diikuti oleh maestro dunia sekelas Picasso. Ada kemungkinan Affandi hanya ikut pameran di sebuah galeri di Venesia. Apa pun itu, yang pasti Affandi memang pernah mewakili Indonesia dan tidak pernah merasa minder berada di tengah seniman dunia, apalagi di sebuah perhelatan bienal internasional. Seperti yang ditulis Affandi dalam surat kepada sahabatnya, Muhamad Arsath Rois, pada 15 Juni 1954 di Amsterdam. Surat itu ditulisnya dari Roma setelah bienal itu: " ?tetapi ondanks det allis, kesenian Indonesia tida kalah dengan negri-2 ketjil seperti Portugal, Sweden, Noorwegen, Finland, Egypt?." Endah W.S.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Dewi Tersandung Omkara

Album

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Antara Tukang Mi dan Mutasi Hakim

Jalan Sunyi Spiritualitas

Catatan Pinggir

Analisis

Fotografi

Bali pada Sebuah Hari yang Kelam

Seni Rupa

Ke Venesia, Membawa 'Darah'

Jejak Affandi di Venesia

TEMPO|interaktif

Teknologi

Facebook Luncurkan Aplikasi 'Instagram'  

Nasional

Ambang Batas Parlemen Digugat Lagi

Denmark Umumkan Skuad Resmi

Bisnis

Rupiah 9.500 Per Dolar AS, Indeks Tumbang

Cuit Gaga Soal Rolex Palsu Bikin Marah Fan Thailand

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Olahraga

Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

Olahraga

Torres Optimistis Sukses Bersama Chelsea

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif