• Home
  • 24 Maret 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Maret 2003

    Komposisi Surat Utang Negara Diubah

    Meski pasar dianggap tidak bagus, pemerintah tetap menerbitkan surat utang negara (SUN) senilai Rp 7,7 triliun pada akhir Maret 2003. Namun, untuk memenuhi keinginan para investor, pemerintah akan mengubah komposisinya. Semula, pemerintah hendak menerbitkan surat utang jangka panjang (treasury bond) sebesar Rp 5 triliun, dan sisanya surat utang jangka pendek (treasury bill) Rp 2,7 triliun, tapi kini komposisinya dibalik. Alasannya, permintaan surat utang jangka panjang (lebih dari setahun) ternyata lebih besar. "Kita akan minta izin dulu ke DPR," kata Ketua Pusat Manajemen Obligasi Negara, Fuad Rahmany, di Jakarta Jumat pekan lalu. Menurut Fuad, ada titik temu antara keinginan pemerintah dan investor. Diungkapkannya bahwa kedua belah pihak sama-sama menginginkan surat utang jangka panjang. "Bagi pemerintah, jangka makin panjang, ya, lebih baik," Fuad memastikan. Akhir tahun lalu, ketika pemerintah menerbitkan surat utang jangka delapan tahun senilai Rp 2 triliun, permintaan pasar mencapai 3,5 kalinya. Melihat tren penurunan suku bunga SBI yang makin tajam dalam beberapa pekan terakhir, investor cenderung memilih surat utang jangka panjang. Pada lelang sertifikat Bank Indonesia Rabu pekan lalu, bunga SBI satu bulan mencapai 11,36 persen dan jangka tiga bulan 11,96 persen. Itu merupakan angka terendah dalam tiga tahun terakhir. Harus diakui pula, minat investor untuk menubruk surat utang pemerintah jangka panjang memang terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari harga obligasi pemerintah yang terus menanjak, seperti surat utang seri FR0021 yang jatuh tempo pada tahun 2010. Surat utang seri ini sekarang diperdagangkan pada harga 113,5. Ini berarti, pemegang obligasi tersebut sudah mendapat keuntungan 13,5 poin dari ketika membeli.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Sakit

Penghargaan

TEMPO DOELOE

Buku

Neoliberalisme Hitam-Putih

Catatan Pinggir

Sebuah Obituari untuk Rachel Corrie

Layar

Virginia Woolf: Sebuah Sosok dan Citra

Sehari dalam Kehidupan Virginia Woolf (dkk.)

Dari 'The Hours' hingga 'Mrs. Dalloway'

Tari

Yang Muda yang Jenaka

TEMPO|interaktif

Ketua MA: Yang Ancam Mogok Itu Hakim Balita

Teknologi

Facebook Luncurkan Aplikasi 'Instagram'  

Nasional

Ambang Batas Parlemen Digugat Lagi

Denmark Umumkan Skuad Resmi

Bisnis

Rupiah 9.500 Per Dolar AS, Indeks Tumbang

Cuit Gaga Soal Rolex Palsu Bikin Marah Fan Thailand

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Olahraga

Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif