• Home
  • 24 Maret 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Maret 2003

    Teduhnya Kompleks Bermasalah

    MESKI terletak di daerah perbukitan, tak sulit menemukan Villa de Ganza yang "dimiliki" Maruli Pandjaitan di Desa Cidahu, Sukabumi. Tempat peristirahatan yang cukup wah ini persisnya berada di Dukuh Cikareo. Bila melaju di jalan raya ke arah Sukabumi, jalan masuk ke dukuh ini berada di sisi sebelah kanan. Warga Dukuh Cikareo mengenal kompleks vila di atas tanah seluas 12,5 hektare itu sebagai area ter- tutup. Aparat desa atau kecamatan sekalipun sulit masuk tanpa izin dari pengelolanya. "Kami baru bisa masuk kalau pakai seragam kerja dan diantar oleh penjaganya," ujar seorang petugas kelurahan yang mengantar TEMPO ke gerbang vila tersebut. Hanya orang-orang yang diizinkan oleh pemilik vila yang bisa menginap di sana. Menurut Yanto, penjaga gerbang kompleks ini, orang yang akan menginap biasanya membawa kunci pintu gerbang langsung dari Jakarta. Selama ini Villa de Ganza hanya dipakai oleh karyawan Grup Asaba, perusahaan milik Angsono, bekas mertua Gunawan Santoso. Tanpa bekal kunci atau rekomendasi darinya, hampir mustahil diizinkan menikmati kenyamanan di vila yang teduh ini. "Saya sih cuma menjalankan perintah orang yang membayar saya," ujar Yanto, seorang anggota Angkatan Darat yang setia berjaga di sana. Kompleks vila yang teduh ini terdiri dari beberapa bangunan dengan gaya arsitektur berbeda-beda. Ada yang bergaya Bali, Sunda, Toraja, dan bahkan Minang. Di situ juga terdapat gedung dengan gaya arsitektur modern yang karena bentuknya disebut Yanto sebagai "gedung bulat". Tiap penginapan di kompleks ini memiliki luas sekitar 200 meter persegi, terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Kompleks vila ini juga dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan olahraga. Untuk menambah daya tarik, kompleks itu juga pernah dilengkapi dengan koleksi beraneka macam binatang buas, mulai dari singa, harimau, sampai buaya, yang ditempatkan di kandang. Binatang yang tidak buas seperti orangutan, kuda, dan unggas dilepas begitu saja. Karena diprotes para warga sekitarnya, sejak beberapa bulan silam semua hewan piaraan itu dipindahkan ke Taman Safari, Bogor. Yang tersisa cuma sepasang buaya titipan Secapa Polri, yang_ beratnya sekitar satu ton. Maruli sendiri mengaku baru dua kali datang ke vila yang nyaman ini. Gunawan, yang oleh Maruli dikatakan sebagai pemilik yang sebenarnya, juga jarang kelihatan di sana. "Selama saya bertugas dua tahun di sini, saya belum pernah bertemu dengan pemiliknya," ujar seorang petugas Kantor Kelurahan Cidahu. EK

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Sakit

Penghargaan

TEMPO DOELOE

Buku

Neoliberalisme Hitam-Putih

Catatan Pinggir

Sebuah Obituari untuk Rachel Corrie

Layar

Virginia Woolf: Sebuah Sosok dan Citra

Sehari dalam Kehidupan Virginia Woolf (dkk.)

Dari 'The Hours' hingga 'Mrs. Dalloway'

Tari

Yang Muda yang Jenaka

TEMPO|interaktif

Ketua MA: Yang Ancam Mogok Itu Hakim Balita

Teknologi

Facebook Luncurkan Aplikasi 'Instagram'  

Nasional

Ambang Batas Parlemen Digugat Lagi

Denmark Umumkan Skuad Resmi

Bisnis

Rupiah 9.500 Per Dolar AS, Indeks Tumbang

Cuit Gaga Soal Rolex Palsu Bikin Marah Fan Thailand

Nasional

Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

Nasional

Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

Nasional

“Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

Olahraga

Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

Charlize Theron Tak Suka Julukan Orang Tua Tunggal

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif