• Home
  • 14 April 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 April 2003

    Tanggap tapi Tak Cukup Cepat

    Apakah pemerintah sudah melakukan penanganan yang benar untuk menanggulangi wabah SARS?
    (4 - 11 April 2003)
    Ya
    24.1%148
    Tidak
    63.9%399
    Tidak tahu
    12%74
    Total100%615

    Bak gelombang laut Tsunami yang dahsyat, dalam sekejap saja wabah SARS (severe acute respiratory syndrome) atau penyakit saluran pernapasan akut, menyapu hampir semua kawasan di Asia Timur seperti Hong Kong, Taiwan, lalu menuju ke Asia Tenggara, melanda Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Hingga pekan lalu sudah 17 negara terjangkiti.

    Yang membuat takut, penyakit itu bisa menyebar lewat udara, lewat batuk atau ludah yang mengandung virus SARS. Batuk dan demam yang biasa terjadi di daerah tropis tiba-tiba menjadi menakutkan untuk semua orang.

    Sejak SARS ditemukan pertama kali di Guangdong, Cina, pada November tahun lalu, sudah 46 orang meninggal di provinsi Cina bagian selatan itu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 17 negara itu sudah 80 orang meninggal. Di Hong Kong, satu kompleks apartemen, Amoy Garden, 92 persen penghuninya bahkan menderita SARS.

    Menteri Kesehatan Sujudi hingga akhir pekan lalu menyatakan, dari semua penderita gejala penyakit itu di Indonesia, cuma satu yang positif SARS. Pemerintah juga sudah menunjuk rumah sakit rujukan untuk menangani penderita SARS, yakni Rumah Sakit Infeksi Prof. Dr. Sulianto Saroso di Jakarta Utara.

    Tapi peringatan dini yang diberikan kepada masyarakat terlalu lama, sekitar empat bulan sejak penyakit itu mewabah. Orang Indonesia bolak-balik ke luar negeri tanpa perlindungan cukup. Masker sebagai alat pencegahan pertama malah sudah habis di pasar-pasar. Kalaupun ada, harganya selangit.

    Orang-orang awam juga masih bingung, seperti apa sih gejala SARS itu, dan apa yang membedakan, misalnya, dengan demam atau batuk biasa. Meski sudah menyebarkan berbagai peringatan SARS kepada khalayak luas, menurut mayoritas pengakses Tempo Interaktif, pemerintah belum memberikan informasi yang cukup.


    Indikator Pekan Ini: Aceh memanas lagi. Negeri Serambi Mekah itu mungkin harus menyaksikan lagi pertumpahan darah yang tak berkesudahan, setelah TNI mengancam akan menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lewat operasi militer.

    Perjanjian Cessation of Hostility Agreement yang ditandatangani di Jenewa, Swiss, bulan Desember lalu sebetulnya menerbitkan harapan perdamaian di Tanah Rencong itu. Tapi, menurut TNI, pihak GAM melanggar kesepakatan.

    GAM dituduh melakukan propaganda politik untuk kemerdekaan Aceh dan tak mau menggudangkan senjata. Kejadian itu membuat TNI meradang, sehingga Panglima TNI Endriartono Sutarto menyatakan bahwa pihaknya akan memilih jalan ketiga untuk Aceh, yakni operasi militer menumpas gerakan separatis GAM. Setujukah Anda masalah di Aceh diselesaikan lewat operasi militer? Nyatakan pendapat Anda melalui jajak pendapat di situs www.tempointeraktif.com.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

    cover

    Album

    Meninggal Dunia

    Penghargaan

    TEMPO DOELOE

    Buku

    Puisi Seorang Peneliti

    Pentas Kaligula di Jakarta

    Hermeneutika Pembebasan Hanafi

    Catatan Pinggir

    Bush, Bagdad

    Seni Rupa

    Rusia dalam Warna Baru

    Televisi

    Ketelanjangan Keluarga Ozzy

    TEMPO|interaktif

    Olahraga

    Sriwijaya FC Mulai Jual Batik dan Sepeda Fixie

    Ketua MA: Yang Ancam Mogok Itu Hakim Balita

    Teknologi

    Facebook Luncurkan Aplikasi 'Instagram'  

    Nasional

    Ambang Batas Parlemen Digugat Lagi

    Denmark Umumkan Skuad Resmi

    Bisnis

    Rupiah 9.500 Per Dolar AS, Indeks Tumbang

    Cuit Gaga Soal Rolex Palsu Bikin Marah Fan Thailand

    Nasional

    Bekas Pejabat Cilegon Diperiksa Sebagai Tersangka  

    Nasional

    Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

    Nasional

    “Perempuan yang Layak Ibu Ani, Pemuda Layak Anas"  

    Olahraga

    Kaki Bek Persiba Bolong Terkena Petasan Roket

    iklan generik

    Top
    • Majalah Tempo
    • English Edition
    • Koran Tempo
    • PDAT
    • Photostock
    • U-Mag
    • Ruang Baca
    • Blog
    • Jurnalisme Publik
    • iTempo
    • Video
    • Audio
    • Infografis
    • Nasional
    • Metro
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
    • Seni & Hiburan
    • Internasional
    • Selebritas
    • Kolom
    • English
    • Japanese
    • Help
    • About us
    • Contact
    Copyright 2011 TEMPOinteraktif