• Home
  • 28 April 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 28 April 2003

    Gara-gara Kiai Slamet

    SEBUAH tekad telah dikibarkan oleh penguasa Keraton dan Pemerintah Kota Solo. Mereka ingin menjadikan Alun-alun Kidul alias Alkid Solo sebagai kawasan budaya dan wisata. Tapi panitia yang hendak mewujudkan impian ini sekarang pusing. Gara-gara gubuk liar? Bukan. Yang menjadi biang persoalannya justru sembilan ekor kerbau bule milik Raja Surakarta, Pakubuwono XII. Panitia bingung karena perusak keindahan ini tak mungkin digusur.

    Selama ini, kesembilan kerbau albino tersebut memang tinggal di kawasan Alkid dan berkeliaran secara bebas. Alhasil, kotorannya bertebaran di mana-mana dan menebarkan aroma tak sedap. Tapi siapa yang berani menyalahkan kerbau yang dinamai Kiai Slamet ini? Tidak ada. Itu bukan semata karena kerbau ini milik raja, tapi juga lantaran binatang ini dianggap keramat. Masyarakat Solo percaya kerbau-kerbau ini punya tuah. Bahkan tiap perayaan tahun baru Jawa, pada tanggal 1 Sura, mereka diikutkan menjadi peserta kirab keliling kota. Saat itulah kotoran kerbau-kerbau tersebut menjadi rebutan warga karena dianggap menyimpan berkah.

    Semula kawanan kerbau itu dikandangkan di sisi timur Alkid. Karena terdesak oleh gubuk-gubuk liar milik sekitar 200 keluarga di sana, akhirnya mereka dipindah. Pihak keraton lalu menempatkan mereka di kandang di kompleks Sitihinggil Alkid. Tapi, dasar kebo, persoalannya tak pernah usai. Mamalia ini sering membuang kotoran sembarangan dan membuat kubangan.

    Sampai pekan lalu, panitia dan pembesar keraton di sana masih bingung. "Kami belum tahu akan ditempatkan di mana kerbau tersebut. Kami masih mencarikan lokasi yang cocok," kata G.P.H. Dipokusumo, Pengageng Parentah atau Pelaksana Pemerintahan Keraton Surakarta.

    Irfan Budiman, Bibin Bintariadi (Malang), Anas Syahirul (Surakarta)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Menembus Dinding Para Koruptor

Catatan Pinggir

Lincoln

Fotografi

Lihatlah Mata yang Memandang

Indonesiana

'Debt Collector' Lepra

Gara-gara Kiai Slamet

Tari

Menyiasati Ruang yang Tak Bertepi

TEMPO|interaktif

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

Bisnis

Ini, Dua Syarat Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

Nasional

Gunung Dokuno di Halmahera Utara Meletus

Olahraga

Malouda Ingin Tetap Berkostum Chelsea  

Olahraga

Rahasia Sukses Fergie Hanya Lemon dan Roti

Jago Gubernur dan Rektor di Piala Eropa  

Internasional

Dokter Dihukum, AS Sunat Bantuan ke Pakistan  

Olahraga

Sriwijaya FC Mulai Jual Batik dan Sepeda Fixie

Teknologi

Lenovo IdeaPad S205, Mendobrak Mitos Cip AMD  

Ketua MA: Yang Ancam Mogok Itu Hakim Balita

Teknologi

Facebook Luncurkan Aplikasi 'Instagram'  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif