• Home
  • 05 Mei 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Mei 2003

    Pengusaha Mendukung Usul SPSI

    Ini peristiwa agak langka tapi benar-benar terjadi. Urusannya terkait dengan usul para buruh agar pemerintah menaikkan takaran penghasilan tak kena pajak (PTKP). Saat ini PTKP masih ditetapkan sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) yang jumlahnya berbeda-beda. UMP Jakarta, misalnya, mencapai Rp 360 ribu. Dengan demikian buruh harus merelakan upahnya yang kecil itu untuk dikenai pajak. Nah, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengusulkan agar PTKP dinaikkan menjadi Rp 1 juta. Jadi, upah buruh di bawah Rp 1 juta tak kena pajak. Sedangkan yang upahnya di atas Rp 1 juta bakal kena pajak 10 persen. Di luar dugaan, usul yang meringankan beban buruh itu mendapat sokongan dari pengusaha. "Saya malah sudah mengusulkan itu sejak tiga tahun lalu," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Benny Soetrisno. Sayang seribu kali sayang, pemerintah berpendapat usul itu belum bisa dilaksanakan. Soalnya, kerugian yang ditimbulkan cukup besar. "Pemerintah akan kehilangan pendapatan Rp 1,2 triliun," kata Menteri Keuangan Boediono.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Fatwa Prematur Partai Ka'bah

Album

Pelantikan

Meninggal Dunia

Ulang Tahun

Buku

Belum Ada Jalan Lain

Miranda Swaray Goeltom: "Saya Tidak Menggunakan Cara Kotor"

Belum Ada Jalan Lain

Catatan Pinggir

Wibisana

Sang Penanam Kurma

Burhanuddin Abdullah: "Saya Siap Mengambil Langkah Drastis"

Seni Rupa

Erawan Membaca Diri

Dolorosa Via Dolorosa

Dolorosa Via Dolorosa

TEMPO|interaktif

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

Bisnis

Ini, Dua Syarat Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

Nasional

Gunung Dokuno di Halmahera Utara Meletus

Olahraga

Malouda Ingin Tetap Berkostum Chelsea  

Olahraga

Rahasia Sukses Fergie Hanya Lemon dan Roti

Jago Gubernur dan Rektor di Piala Eropa  

Internasional

Dokter Dihukum, AS Sunat Bantuan ke Pakistan  

Olahraga

Sriwijaya FC Mulai Jual Batik dan Sepeda Fixie

Teknologi

Lenovo IdeaPad S205, Mendobrak Mitos Cip AMD  

Ketua MA: Yang Ancam Mogok Itu Hakim Balita

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif