DAMPAK dari berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan dan UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas sudah kelihatan beberapa hari belakangan ini. PT PLN (Persero) sebagai BUMN penyedia jasa ketenagalistrikan telah menyatakan bahwa Pertamina bukan satu-satunya lagi sumber bahan bakar minyak (BBM) bagi perusahaannya. Soalnya, PT PLN sudah punya penyedia BBM swasta dari Singapura yang bersedia menjual BBM lebih murah dari BBM Pertamina.
Zaman memang sudah berubah. Tapi benarkah PLN bisa memperoleh BBM dengan harga lebih murah? Memang agak sedikit janggal jika PT PLN dapat memperoleh BBM di luar Indonesia (yang jelas tidak disubsidi) dengan harga lebih murah. Sebagai perbandingan, harga patokan BBM dalam negeri adalah rata-rata satu bulan MOPS + 5%. Sedangkan harga BBM di Singapura adalah MOPS + 10% handling cost + insurance cost atau kurang-lebih MOPS + 25%. Apakah betul mitra PLN, Concord Energy Pty. Ltd. Singapura, dapat memperoleh BBM dengan harga di bawah MOPS + 5%? Kalaupun bisa, dapatkah Concord menyediakan BBM bagi PT PLN (Persero) secara kontinu dan dengan mutu yang baik?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dicermati oleh PLN mengingat seluruh biaya untuk membeli BBM dari Singapura merupakan uang rakyat. Dikhawatirkan akan bertambahnya beban publik jika ternyata kualitas BBM yang dibeli lebih buruk dari produksi Pertamina dan merusak turbin PLN sehingga biaya pemeliharaan turbin menjadi tinggi. Kekhawatiran itu beralasan karena turbin PLN punya spesifikasi khusus yang selama ini dipenuhi oleh Pertamina.
Sebetulnya perubahan ini berawal dari langkanya persediaan gas dari Pagerungan milik Beyond Petroleum (kontraktor production sharing Pertamina). Seharusnya, untuk mencegah adanya perseteruan yang lebih memanas, pihak yang berwenang-dalam hal ini Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral-melakukan penelitian yang mendalam. Adakah pihak yang mencoba mengail di air keruh di tengah masalah ini?
Permasalahan ini perlu segera ditangani, mengingat suhu politik di Tanah Air akan meningkat drastis dalam waktu 2-3 bulan mendatang bersamaan dengan makin mendekatnya Pemilu 2004. Apalagi setiap partai peserta pemilu membutuhkan banyak dana untuk dapat menjadi pemenang.
AGUS PAMBAGIO
Jalan Agraria BG, RT 005/004
Pondok Labu, Cilandak,
Jakarta Selatan
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
