• Home
  • 16 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 16 Juni 2003

    Pemberontakan Si Kecil

    Seekor ikan kecil memberontak. Wajahnya polos, matanya besar berbinar, dan gerak tubuhnya belum lagi mencerminkan atlet yang tangguh. Tapi hasratnya membebaskan diri dari kungkungan ayahnya tidak bisa dibendung. Maka, pada hari pertamanya masuk sekolah, si kecil memutuskan berenang ke laut lepas, bahkan kemudian menyentuh lambung kapal—sekadar merasakan dan membuktikan kebebasannya.

    Nemo tentu saja bukan tokoh pemberontak yang dimainkan James Dean dalam Rebel without A Cause. Pesan Nemo—demikian nama si kecil bertubuh oranye dengan garis-garis putih di badannya—langsung ditujukan kepada ayahandanya: ia bukan anak kecil lagi. Tapi dunia di luar sana rupanya tak seperti yang selama ini dibayangkan. Nemo menikmati kebebasannya, tapi seorang penyelam menciduknya dan memasukkannya ke akuarium. Si penyelam membawanya pergi menuju daratan nun ke sebuah pojok kamar praktek dokter gigi di kota Sydney, Australia.

    Finding Nemo, yang berdurasi 154 menit ini, adalah cerita tentang perjuangan Marlin, ayah Nemo, menemukan anak semata wayangnya yang hilang dan perjuangan Nemo melepaskan diri dari akuarium jahanam itu. Kisah Nemo dan Marlin dalam Finding Nemo bergerak dengan tema universal: orang tua sayang anak. Tapi tim animasi Pixar telah bekerja keras dan berhasil melampaui titik-titik yang telah dicapai film animasi sebelumnya seperti Monster Inc. atau Toy Story 2.

    Penonton anak-anak terpesona oleh adegan kejar-kejaran, humor-humor yang dekat dengan dunia dan imajinasi mereka, dan—tentu saja—penampilan karakter para tokohnya. Tawa mereka meledak manakala melihat Marlin yang tak lucu dan canggung itu mencoba melucu di depan sesama ikan. Karakter Bruce (suara Barry Humphries), hiu buas yang akhirnya insaf dan menjadi sahabat setia para ikan, juga cukup menawan. Tapi penonton dewasa mungkin akan memperhatikan Crush (suara Andrew Stanton), seekor kura-kura yang bijak. Banyak fragmen disentuh dengan pendekatan humanistis dalam film ini.

    Kisah Finding Nemo bersahaja, bergulir di sekitar karakter para tokohnya yang bermasalah. Marlin (suara Albert Brooks) berkepribadian neurotis. Ia karakter yang terpenjara sebuah masa lalu. Ibu dan puluhan saudara Nemo lebih dulu tewas disantap hiu rakus yang datang tiba-tiba ke sarang mereka. Sedangkan Nemo (suara Alexander Gould) adalah anak dalam usia yang bengkak dengan rasa ingin tahu, eksploratif, dan bereksperimen dengan dunia sekitar. Dari benturan dua karakter ini, lahirlah adegan-adegan sederhana tapi disuguhkan secara memikat.

    Kita tahu, di atas layar, Marlin yang traumatis itu bertemu dengan Dory (suara Ellen DeGeneres). Mereka sosok senasib-sepenanggungan, sama-sama korban masa lalunya, satu sama lain bisa bersahabat dan bekerja sama dengan baik. Marlin korban keangkara-murkaan para hiu kanibal yang buas, Dory penderita amnesia (penyakit lupa). Ia korban sebuah kejadian di masa lalunya, kejadian yang menghapus ingatannya. Marlin-Dory kemudian menjadi pasangan ideal yang menceburkan diri ke dalam petualangan mencari Nemo.

    Beberapa kali mereka lepas dari jerat maut. Mereka berhasil keluar dari perut ikan paus raksasa yang menelannya. Setelah lolos, mereka masih harus menghadapi jebakan beracun dari ratusan ubur-ubur. Berbeda dengan Toy Story atau Monster Inc., yang lumayan padat dan rumit untuk konsumsi kanak-kanak, cerita yang disuguhkan dalam Finding Nemo lebih ringan. Memang film ini menjangkau banyak penonton. Di Amerika Serikat, penjualan tiket film ini begitu laris dan selama beberapa pekan bertengger dalam deretan box office.

    Finding Nemo memang diawali adegan kelam: hiu buas menyantap keluarga Marlin. Tapi perlahan-lahan adegan demi adegan menjadi lebih renyah dan riang. Finding Nemo adalah hiburan menyenangkan yang layak diperhitungkan untuk mengisi liburan sekolah kali ini.

    Dewi Rina Cahyani


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Gelar

Meninggal

Buku

Tiga Pilar Sebuah Gerakan

Catatan Pinggir

Poster

Fotografi

Jagat Perempuan dalam Jeruji Fotografi

Indonesiana

Duel Hakim Versus Panitera

Cubitan Bermasalah

Layar

Layar Masa Lalu yang Retak

Durga di Tangan 'Meneer'

Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik

Ralat

Ralat

Tari

Kandas di Tengah Jelajah

TEMPO|interaktif

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Teknologi

Waspada, Blog Kini Jadi Sarana Penyebar Virus  

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

Bisnis

Ini, Dua Syarat Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

Nasional

Gunung Dokuno di Halmahera Utara Meletus

Olahraga

Malouda Ingin Tetap Berkostum Chelsea  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif