• Home
  • 16 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 16 Juni 2003

    Duel Hakim Versus Panitera

    DI Pengadilan Negeri Metro, Lampung, terjadi pertikaian seru antara hakim dan panitera, dua pekan lalu. Gara-gara perkara yang genting? Sama sekali bukan. Duel ini justru meletup karena masalah sepele, soal berkaraoke. Kebetulan pada hari itu di Pengadilan Negeri Metro tengah digelar acara perpisahan karyawan. Perhelatan pun digelar lengkap dengan acara berkaraoke-ria. Tapi pada saat bersamaan kegiatan sidang tetap dilaksanakan, termasuk sidang yang dipimpin oleh Hakim Lakoni Harny. Karena merasa terganggu oleh dentaman musik dan suara orang bernyanyi, Lakoni pun berang. Masih dengan mengenakan toga dan baju seragam hitam-hitam, dia ngeloyor meninggalkan sidang dan menyembur rekan-rekannya yang lagi asyik karaoke. "Hei, ini lagi ada sidang. Coba pada diam, bubaaar," teriaknya. Tak semuanya senang dengan sikap Lakoni. Adalah Ferri Halomoan Lubis, 43 tahun, yang paling dongkol. Lelaki yang sehari-hari menjadi panitera ini kebetulan doyan menyanyi. Sudah lama pula dia kurang suka dengan ulah Lakoni, yang dianggapnya keterlaluan. Itu sebabnya dia gantian mendatangi ruang Pak Hakim. "Kenapa sih Bapak ini selalu marah-marah kalau di kantor ini ada hiburan? Coba hentikanlah perangai buruk itu. Kantor ini kan punya kita sama-sama," kata Ferri. Amarah Lakoni pun terpancing. Mereka lalu jual-beli makian. Tapi tiba-tiba Lakoni lari ke jamban, meninggalkan Ferri yang masih terus berkicau. Giliran Ferri yang tak terima. Dia mengejarnya dan menggedor-gedor pintu WC. Adegan kejar-kejaran ini langsung menarik mata pengunjung sidang. Klimaksnya, saat Lakoni membuka pintu sambil melayangkan tendangannya ke pinggang Ferri. Kayak di film laga, keduanya pun saling berbalas pukulan. Duel itu usai setelah sejumlah hakim dan jaksa melerainya. Tidak ada pemenangnya. Yang terjadi, esoknya "Jamban incident" ini sampai ke kuping Ketua MA Bagir Manan. Dia meminta agar Pengadilan Tinggi Lampung membereskan masalah ini. Tak lama berselang, Ketua Pengadilan Tinggi melayangkan surat teguran kepada Ketua Pengadilan Negeri Metro. Tak jelas, apa sanksi buat dua seteru itu. Namun, amarah Lakoni tetap belum reda. "Saya keki dengan ketua pengadilan yang tidak pernah tegas melarang mereka. Biarpun saya bukan ketua, saya berhak memarahi mereka," katanya. Irfan Budiman, Fadilasari (Lampung), Abel Tasman (Malang)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Gelar

Meninggal

Buku

Tiga Pilar Sebuah Gerakan

Catatan Pinggir

Poster

Fotografi

Jagat Perempuan dalam Jeruji Fotografi

Indonesiana

Duel Hakim Versus Panitera

Cubitan Bermasalah

Layar

Layar Masa Lalu yang Retak

Durga di Tangan 'Meneer'

Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik

Ralat

Ralat

Tari

Kandas di Tengah Jelajah

TEMPO|interaktif

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif