• Home
  • 16 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 16 Juni 2003

    Cubitan Bermasalah

    LAGU Koes Plus yang judulnya Cubit-cubitan memang enak didengar, tapi kalau dipraktekkan ternyata malah bikin berabe. Itulah yang dialami Sentot Agus Sentoso, guru SD Tulusrejo II, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Belum lama ini guru kelas 4 ini mencubiti hampir semua murid di kelasnya. Sentot cuek saja ketika muridnya mengaduh-aduh menahan sakit. Ini sebagai hukuman lantaran muridnya ribut saat dirinya tak berada di kelas. Sehari sebelum kejadian itu, Sentot, yang baru tiga bulan bertugas, memang absen mengajar karena orang tuanya meninggal. Dia memberi tugas kepada murid-muridnya agar mencatat tulisan. Tugas ini tak dilakukan dengan baik. Salah satu muridnya melaporkan bahwa banyak teman-temannya yang ribut di kelas saat itu. Itu sebabnya, "Besoknya mereka saya hukum cubit," katanya. Hanya, gara-gara aksi Sentot, keesokan harinya salah satu muridnya bernama Heni ogah pergi ke sekolah. Kepada orang tuanya, dengan polos gadis kecil 11 tahun itu mengaku takut dicubit oleh gurunya lagi. Heni pun menunjukkan bekas cubitan di perut sebelah kiri. Sontak Danu, bapak Heni, naik pitam. Dia buru-buru pergi menjumpai Sentot. Danu semula hendak melaporkan kepada kepala sekolah agar kejadian serupa tak terulang lagi. Tapi sang kepala sekolah sedang tidak ada di tempat. Setelah panjang-lebar Sentot menjelaskan duduk perkaranya, kemarahan Danu untuk sementara reda. Selesaikah persoalannya? Belum. Tak lama kemudian giliran sekitar 30 murid kelas 4 itu mendatangi rumah Heni untuk "menjenguknya". Saat itu pula mereka juga saling menunjukkan bekas cubitan Sentot di tubuh mereka. Ini membuat kemarahan Danu meluap lagi. Dan keesokan harinya, tak peduli hari libur, Ahad pekan lalu ia menggalang aksi menuntut agar Sentot dimutasi. Ketua RT hingga Pak Lurah diajak serta mendatangi rumah kepala sekolah. Warga mengancam, jika tak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mereka akan menempuh jalur hukum. Sang kepala sekolah akhirnya menggelar rapat darurat. Kecuali Sentot, semua guru hadir dalam pertemuan itu. Hasilnya, pihak sekolah meminta maaf atas ulah anak buahnya. Irfan Budiman, Fadilasari (Lampung), Abel Tasman (Malang)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Gelar

Meninggal

Buku

Tiga Pilar Sebuah Gerakan

Catatan Pinggir

Poster

Fotografi

Jagat Perempuan dalam Jeruji Fotografi

Indonesiana

Duel Hakim Versus Panitera

Cubitan Bermasalah

Layar

Layar Masa Lalu yang Retak

Durga di Tangan 'Meneer'

Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik

Ralat

Ralat

Tari

Kandas di Tengah Jelajah

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif