• Home
  • 16 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 16 Juni 2003
    Kesaksian Kastari

    Kesaksian Hujan di Musim Kemarau

    GEMA takbir mengiringi langkah Mas Slamet bin Kastari memasuki gedung Badan Meteorologi dan Geofisika di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang disulap menjadi ruang sidang Abu Bakar Ba'asyir, Rabu pekan lalu. Mengenakan baju merah muda dan celana panjang hitam, sebelum duduk di kursi saksi pria bertubuh subur itu menebar pandang ke seluruh sudut ruang. Pengunjung yang membeludak duduk tenang-kendati berimpitan. Keheningan tiba-tiba pecah, ditingkah takbir pengunjung, ketika Slamet menyatakan Ba'asyir adalah Amir Jamaah Islamiyah setelah Abdullah Sungkar wafat. Jaksa penuntut tersenyum puas. Dengan begitu, diharapkan dakwaan makar, rencana menggulingkan pemerintah dan mendirikan Negara Islam Indonesia, akan dapat dibuktikan. Awalnya, keterkaitan pemimpin Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, itu dengan Jamaah Islamiyah didapat dari keterangan Al-Faruq, tahanan Dinas Intelijen Amerika, CIA, di Afganistan. Tuduhan semakin "kencang" dari Fais Abu Bakar Bafana, pentolan Jamaah Islamiyah yang ditahan kepolisian Singapura. Bafana mengatakan, Ba'asyir Ketua Jamaah Islamiyah yang hadir dalam serangkaian pertemuan perencanaan teror di beberapa tempat sepanjang 2000-2002. Tapi kedua keterangan tertulis itu sangat lemah karena hukum acara Indonesia menganut asas pemeriksaan silang, dan saksi kunci harus dihadirkan dalam sidang. Saksi kunci yang dihadirkan jaksa sebelumnya tidak membawa titik terang. Kesaksian para terdakwa kasus bom Bali, yang diharapkan mengungkap keterlibatan Ba'asyir dalam beberapa aksi terorisme Jamaah Islamiyah, juga tidak kuat. Ali Gufron, Abdul Aziz, dan Ali Imron menyatakan tak pernah menerima perintah Ba'asyir melakukan pengeboman. Semua saksi mengaku tidak pernah mendengar ustad yang disegani warga Ngruki itu berceramah, berbicara tentang keinginan mendirikan Negara Islam Indonesia ataupun menggulingkan pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hanya pernyataan Bafana, yang menjadi landasan dakwaan jaksa penuntut, yang menuduh Ba'asyir terlibat. Maka, tak aneh kalau kesaksian Slamet disambut jaksa bak hujan di musim kemarau. "Beliau ditonjolkan di majelis. Datang dijemput dan dituakan setelah meninggalnya Ustad Abdullah Sungkar," kata Slamet dengan logat Melayu kental saat menjawab pertanyaan majelis hakim soal hubungan Ba'asyir dengan Jamaah Islamiyah. Anggota Jamaah yang di-"baiat" Sungkar pada 1989 ini juga menyatakan Ba'asyir orang terdekat pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin, Abdullah Sungkar, sehingga wajar kalau Ba'asyir menggantikan Sungkar. Di Jamaah Islamiyah, Slamet berpangkat "wakalah" untuk Singapura. Ia bertugas melakukan pembinaan terhadap anggota. "Wakalah" bekerja di bawah ketua wilayah, dan ketua wilayah bertanggungjawab langsung kepada Amir JI. Slamet tertangkap di Tanjung Pinang, Riau, karena kasus pemalsuan dokumen dan keimigrasian. Selain mengungkap keterlibatan Ba'asyir, Slamet juga membeberkan organisasi yang menurut Amerika Serikat tergolong organisasi teroris internasional ini. Di antaranya Pasal 39 Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah (PUPJI), yang mengharuskan setiap kegiatan yang dilakukan di luar ketua wilayah harus memperoleh izin amir-dalam hal ini Ba'asyir. Mendengar kesaksian Slamet, kuasa hukum Ba'asyir, Adnan Buyung Nasution, langsung menyatakan keberatan. Menurut Buyung, kedekatan Ba'asyir dengan Abdullah Sungkar bukan indikasi kuat untuk menuduh Ba'asyir sebagai Amir Jamaah Islamiyah yang baru. Apalagi, dalam kesaksian Slamet, warga Singapura ini tidak melihat langsung peristiwa pengangkatan amir baru itu. Ba'asyir tak menampik kedekatannya dengan Abdullah Sungkar. Ia malah balik bertanya kepada Slamet, siapa Slamet sebenarnya. Ba'asyir mengaku sama sekali tak mengenal orang ini. "Saya baru melihat wajahnya saat ini, di dalam sidang ini," kata Ba'asyir. Melihat posisi di atas angin, Jaksa Penuntut Hasan Madani mengusulkan kepada pimpinan sidang, Mohammad Soleh, agar menggelar tele-conference pada sidang berikut. Menurut Hasan, ini penting untuk mendengar saksi kunci lain yang ada di Malaysia dan Singapura. Soalnya, kedua negara jiran itu tak mengizinkan tahanannya dibawa ke Indonesia untuk bersaksi. Buyung menolak usul itu, karena tak ada jaminan para saksi bebas dari tekanan dalam tele-conference. Cahyo Junaedy, Tempo News Room

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Gelar

Meninggal

Buku

Tiga Pilar Sebuah Gerakan

Catatan Pinggir

Poster

Fotografi

Jagat Perempuan dalam Jeruji Fotografi

Indonesiana

Duel Hakim Versus Panitera

Cubitan Bermasalah

Layar

Layar Masa Lalu yang Retak

Durga di Tangan 'Meneer'

Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik

Ralat

Ralat

Tari

Kandas di Tengah Jelajah

TEMPO|interaktif

Seni & Hiburan

Lady Gaga Batal Konser di Jakarta

Bisnis

Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Teknologi

Waspada, Blog Kini Jadi Sarana Penyebar Virus  

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

Bisnis

Ini, Dua Syarat Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif