• Home
  • 16 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 16 Juni 2003

    Pembobolan Jasa Raharja

    KAMI ingin memberikan tanggapan atas tulisan di Majalah TEMPO Edisi 11 Mei 2003, pada rubrik Kriminalitas, mengenai pembobol asuransi Jasa Raharja, berjudul "Berbagi Rezeki Orang Mati".

    Sebagai pemilik kendaraan bermotor nomor AD 5374 PK yang setiap tahun wajib membayar pajak asuransi kendaraan bermotor di kantor Samsat Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, kami sangat tersentak karena dua hal. Pertama, terbongkarnya penggelapan uang hasil premi asuransi yang nilainya mencapai Rp 450 juta dalam waktu relatif singkat, selama satu bulan. Kejadian ini pun tidak disengaja oleh petugas Jasa Raharja, melainkan dari petugas Komando Distrik Militer Karanganyar karena merasa keluarganya tidak ada yang meninggal dunia tetapi dikirimi ucapan bela sungkawa. Bukan main.

    Kedua, dari laporan neraca perusahaan tahun 2002 terungkap adanya keuntungan setiap tahun, porsinya rata-rata mencapai 35 persen. Sedangkan porsi klaimnya sebagai cermin pelayanan tetap 40 persen, itu pun sudah termasuk yang digelapkan. Jadi, riilnya mungkin porsinya lebih rendah dari porsi labanya. Adapun pengutipan tarifnya telah dinaikkan sampai 60 persen dari hasil tahun 2001 Rp 573 miliar menjadi Rp 893 miliar tahun 2002.

    Semua itu menunjukan kurang profesionalnya manajemen perusahaan yang telah berpuluh-puluh tahun mengelola asuransi ini. Sistem dan pengawasannya lemah sehingga perusahaan bisa dibobol. Amburadulnya manajemen seperti ini memungkinkan terjadinya kasus yang sama di seluruh Indonesia.

    Sayangnya lagi, tidak ada tindakan tegas terhadap anggotanya yang terkena kasus tersebut. Pihak yang meloloskan berkas hanya dikenai tindakan administratif (pensiun dini), dan tidak dikenai sanksi pidana.

    Dari laporan neraca laba/rugi 2002, juga terlihat manajemen lupa bahwa perusahaannya hanya mengejar laba untuk kepentingan sendiri, bukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat banyak. Ini tampak dari porsi pelayanan yang tidak meningkat, padahal dana itu diambil dari rakyat.

    ISWANDI YUSUF, S.H.
    Wanglu, Tuban
    Jawa Timur


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Gelar

Meninggal

Buku

Tiga Pilar Sebuah Gerakan

Catatan Pinggir

Poster

Fotografi

Jagat Perempuan dalam Jeruji Fotografi

Indonesiana

Duel Hakim Versus Panitera

Cubitan Bermasalah

Layar

Layar Masa Lalu yang Retak

Durga di Tangan 'Meneer'

Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik

Ralat

Ralat

Tari

Kandas di Tengah Jelajah

TEMPO|interaktif

Seni & Hiburan

Lady Gaga Batal Konser di Jakarta

Bisnis

Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Teknologi

Waspada, Blog Kini Jadi Sarana Penyebar Virus  

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

Bisnis

Ini, Dua Syarat Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif