• Home
  • 23 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 23 Juni 2003

    Komentar Panas Bachtiar Chamsyah

    GAGAL jadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Bachtiar Chamsyah malah membuat pernyataan panas. Kader PPP yang Menteri Sosial ini mempersilakan para anggota Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi)-salah satu organisasi yang berfusi ke PPP-memilih partai lain di luar PPP dalam Pemilihan Umum 2004.

    Pernyataan ini menjadi kontroversi, karena Bachtiar sendiri adalah Ketua Umum Parmusi. Terang saja, ia menuai protes dari dalam Parmusi sendiri. Ketua Parmusi, Rachman Sadaf, menganggap Bachtiar mengingkari sejarah, tak paham anggaran dasar Parmusi, dan mengingkari komitmennya sendiri.

    Ia menilai, kisruh ini bermula dari gagalnya Bachtiar terpilih sebagai Ketua Umum PPP menggantikan Hamzah Haz pada Muktamar V PPP, Mei lalu. Akibatnya, katanya, Bachtiar merajuk.

    Namun, Bachtiar sendiri membantah pernyataannya itu sebagai usulan. Kepada Fitri Oktarini dari Tempo News Room Kamis pekan lalu, ia mengatakan secara konvensi Parmusi memang menyalurkan aspirasinya ke PPP. Tapi ia juga tidak bisa memaksa bila anggotanya memilih partai lain. "Itu pekerjaan wartawan yang pandai bertanya," katanya, "Apa alat paksa saya? Sebab, orang memilih kan sesuai dengan nurani."

    Tomi Lebang, Deddy Sinaga (Tempo News Room), Kukuh S. Wibowo (Surabaya), Mahbub Djunaidy (Lumajang), Fadilasari (Lampung)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Gelar

Pelantikan

TEMPO DOELOE

Buku

Dilema Fungsi Ketiga Tentara

Jilbab Pakaian Multidimensi

Catatan Pinggir

Bulaq al-Dakrur

Indonesiana

Ujian Bersarung

Iklan Langka

TEMPO|interaktif

Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ancam Batalkan Konser di Jakarta

Bisnis

Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar  

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Teknologi

Waspada, Blog Kini Jadi Sarana Penyebar Virus  

Nasional

Atasi Konflik, Jokowi Datangi Kasunanan Surakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif