• Home
  • 29 Juni 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Juni 2003

    Eksploitasi Anak di Wilayah Konflik

    KITA kerap tak menyadari melakukan eksploitasi terhadap anak-anak. Setelah terjadi sebuah peristiwa, baru terpikirkan dampaknya. Setidaknya kesan demikian yang dapat kami tangkap dari foto halaman depan Majalah TEMPO Edisi 16-22 Juni 2003. Di cover itu, tampak seorang anak laki-laki sedang memegang senjata dengan sorot mata tajam sembari menyunggingkan senyuman, berlatar belakang bendera yang identik dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

    Dengan melihat situasi keamanan di Aceh saat ini yang dirundung konflik, bukankah foto tersebut cenderung mengundang maut bagi sang anak? Sebab, bisa saja pihak yang antipati terhadap keberadaan GAM akan menjadikan anak tersebut sebagai target pelampiasan kebenciannya. Bagaimana pula dengan anggota keluarganya? Tidak mustahil akan terkena getah dari penampilannya tersebut, misalnya dicap sebagai anggota GAM, padahal sama sekali tidak terlibat. Kemungkinan lain, yang tak kalah fatal, adalah bila ada anak yang mirip dengan dirinya bisa saja turut menjadi pelampiasan kebencian yang salah sasaran. Patut dipertanyakan pula proses pemotretan yang dilakukan, apakah anak tersebut memang secara sukarela berpose seperti demikian dan memang merupakan prajurit pendukung GAM atau justru merupakan hasil eksploitasi sang fotografer.

    Kenyataan bahwa di daerah konflik ada sebagian anak-anak, berumur di bawah 18 tahun, yang kerap dimanfaatkan menjadi prajurit pendukung, mata-mata, atau sekadar menjadi pelayan bagi prajurit dewasa, memang tidak bisa dimungkiri. Bila foto tersebut sengaja ditampilkan untuk menggugah perasaan khalayak agar berempati terhadap eksploitasi anak di wilayah konflik, sepertinya hal itu kurang tepat. Akan lebih baik dan bermakna bila TEMPO memvisualkan anak-anak yang terlihat menderita akibat ekses konflik, seperti harus turut berulang kali mengungsi.

    Seandainyapun TEMPO berkeinginan menyoroti secara khusus anak-anak yang dijadikan prajurit pendukung, hal itu tentu dapat ditempuh melalui visualisasi yang lebih netral, misalnya tidak menampilkan anak tersebut dengan atribut yang mengarah pada identifikasi salah satu pihak yang bertikai. Mudah-mudahan pemuatan foto seperti itu dan bentuk-bentuk eksploitasi terhadap anak tidak terjadi lagi.

    J. ANTO
    Direktur Eksekutif Kippas
    Jalan Sei Serayu 97
    Medan, Sumatera Utara 20122


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

SAKIT

TEMPO DOELOE

Buku

Dari Timur, Emas Bercahaya

Kisah Baron Pedagang Emas Biru

Mitos Keunggulan Ekonomi Syariah

Catatan Pinggir

Kota Tuhan

Indonesiana

Mike Tyson dari Grobogan

Burung 'Ngumpet'

Seni Rupa

Teror Gantungan Kunci Hitler

TEMPO|interaktif

Internasional

Calon Presiden Ikhwanul Muslimin Unggul

Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura  

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ancam Batalkan Konser di Jakarta

Bisnis

Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar  

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru  

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen  

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat  

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa  

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional

Nasional

Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

Teknologi

Waspada, Blog Kini Jadi Sarana Penyebar Virus  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif