• Home
  • 07 Juli 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 Juli 2003

    Siapkan Kurungan untuk Penunggak Pajak

    Apakah Anda setuju penerapan paksa badan untuk wajib pajak yang membandel?
    (27 Juni-4 Juli 2003)
    Ya
    77.4%438
    Tidak
    20.7%117
    Tidak tahu
    1.9%11
    Total100%566

    Menteri Keuangan Boediono dan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra dua pekan lalu menandatangani surat keputusan bersama mengenai aturan paksa badan (gijzeling) bagi penunggak pajak yang membandel. Surat itu memberikan wewenang kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk memenjarakan wajib pajak yang dianggap tak kooperatif dalam membayar kewajibannya.

    Menurut Direktur Jenderal Pajak Hadi Purnomo, 26 orang wajib pajak dikenai sanksi pencekalan sampai akhir April 2003 akibat menunggak membayar pajak. Daftar cekal ini menyusul 13 wajib pajak yang sebelumnya sudah dicekal pada 2002. Saat ini Direktorat Jenderal Pajak masih mengajukan 12 nama lagi ke Menteri Keuangan untuk diproses pencekalannya. Tunggakan pajak 26 orang yang dicekal tahun ini Rp 800-an miliar. Sedangkan dari wajib pajak yang dicekal tahun lalu, pajak yang tertunggak Rp 270-an miliar. Para wajib pajak itu dikenai pencekalan sampai jangka waktu enam bulan.

    Sebagian besar pengakses Tempo Interaktif setuju penerapan gijzeling. Tapi efektivitasnya belum jelas, karena belum ada satu pun penunggak itu yang dikurung di sel.


    Indikator Pekan Ini: Pembelian peralatan militer dari Rusia berbuntut panjang. DPR RI membentuk panitia kerja karena menengarai ada kesalahan prosedur dalam pembelian itu. Menteri Pertahanan mengaku tidak diajak bicara, padahal Undang-Undang Pertahanan Negara mensyaratkan Menteri Pertahanan yang menetapkan pembelian persenjataan. DPR sudah memanggil para pengusaha dan pihak lain yang diperkirakan tahu proses pembelian itu.

    Bau tak sedap lain yang menguar adalah dugaan keterlibatan keluarga Presiden Megawati Soekarnoputri. Nama yang disebut adalah Happy Hapsoro, menantu Megawati. Meskipun belum jelas apa peran yang dimainkannya, beberapa media menulis Happy ikut dalam pertemuan membahas pembelian itu dan mungkin mendapatkan "sesuatu" dari kesepakatan yang ada.

    Anda percaya keluarga Megawati terlibat dalam pembelian senjata made in Rusia itu? Klik saja www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

    cover

    Album

    Meninggal

    Pelantikan

    TEMPO DOELOE

    Buku

    Buku Pintar Kutu Buku

    Membukukan 'Kaki Langit'

    Catatan Pinggir

    Titanic

    TEMPO|interaktif

    Bisnis

    Agus Martowardojo Ancam Pembocor Anggaran

    Internasional

    Calon Presiden Ikhwanul Muslimin Unggul  

    Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura  

    Seni & Hiburan

    Lady Gaga Ancam Batalkan Konser di Jakarta

    Bisnis

    Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar  

    Bisnis

    Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru  

    Nasional

    Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen  

    Seni & Hiburan

    50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat  

    Bisnis

    Indonesia Kebal Krisis Eropa  

    Nasional

    Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional  

    Nasional

    Ruhut Minta Demokrat Pecat Thaib

    iklan generik

    Top
    • Majalah Tempo
    • English Edition
    • Koran Tempo
    • PDAT
    • Photostock
    • U-Mag
    • Ruang Baca
    • Blog
    • Jurnalisme Publik
    • iTempo
    • Video
    • Audio
    • Infografis
    • Nasional
    • Metro
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
    • Seni & Hiburan
    • Internasional
    • Selebritas
    • Kolom
    • English
    • Japanese
    • Help
    • About us
    • Contact
    Copyright 2011 TEMPOinteraktif