• Home
  • 14 Juli 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Juli 2003

    Polisi Tertipu Dalang

    SLAMET Gundono memang dalang yang terkenal doyan membongkar struktur cerita dan memasukkan yang tidak biasa ke dalam perkeliran. Namun tidak "segila" saat ia ngedalang di rumah Ki Manteb Sudarsono, tiga pekan silam. Polisi dibuatnya repot dan "tertipu".

    Memanggungkan lakon Sesaji Rajasuya Dalang Sewu, tentang dalang yang terkooptasi kekuasaan, dalang bertubuh mirip pesumo itu merekrut kerabat dan kolega para anak wayang sebagai demonstran. Demo bohong-bohongan itu diramaikan dengan spanduk, poster, plus orasi dengan megafon. Dalam dua kali unjuk rasa, gang menuju rumah Manteb mereka blokir.

    Demo malam hari itu mengejutkan masyarakat setempat. Tak ayal, seorang tetangga Manteb melaporkannya ke Polsek Karangpandan. Polisi langsung mengirim satu peleton (30 orang) perintis untuk membubarkan serbuan.

    Sial, tiba di lokasi, demo sudah bubar. Sang komandan pun mendatangi dan menanyai tuan rumah. Manteb jadi terheran-heran. "Masa, dalang didemo, Pak," katanya.

    Ternyata Manteb "berbohong", karena tiba-tiba terdengar keriuhan. Ternyata segerombolan demonstran "beraksi kembali". Polisi pun bergerak cepat mengurung para perusuh, dan meminta "provokatornya" membubarkan demo. Permintaan itu ditolak, bahkan mereka makin liar dan berteriak-teriak agar para dalang tak ngiler kekuasaan. Pesinden dan wiyaga malah join dengan pengunjuk rasa: "Naikkan kesejahteraan yaga", "Stop pelecehan terhadap sinden". Perwira polisi itu sampai bingung.

    Manteb, yang menyadari ada kesalahpahaman, mendekati sang komandan. Bersama para dalang beken seperti Ki Anom Suroto, ia menjelaskan duduk soalnya: ini bagian dari pertunjukan. Percuma. Pasukan berseragam cokelat itu malah hendak menangkap pengunjuk rasa. Ketegangan pun terjadi. "Saya jamin tidak akan terjadi apa-apa. Wong, itu hanya pertunjukan kok, Pak. Silakan Bapak menonton saja," ujar Manteb. Para polisi akhirnya paham, dan ha-ha-hi-hi.

    Sang dalang sendiri justru "menyesali". "Kalau demonya jadi dibubarkan, pertunjukan saya malah tambah gayeng," ujar Gundono.

    Irfan Budiman, Imron Rosyid (Sukoharjo)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Perempuan dalam Dunia Cerpen

Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia

Catatan Pinggir

1944

Indonesiana

Demo Tengkorak

Polisi Tertipu Dalang

Seni Rupa

Gerilya 'Melawan' TV

Di Bawah 'Lindungan' MTV

TEMPO|interaktif

Nasional

Kasus Dhana Widyatmika Masuk Penuntutan

Bisnis

Agus Martowardojo Ancam Pembocor Anggaran  

Internasional

Calon Presiden Ikhwanul Muslimin Unggul  

Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura  

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ancam Batalkan Konser di Jakarta

Bisnis

Pengusaha Mineral Gugat Beleid Pungutan Bea Keluar  

Bisnis

Anggarkan Rp 400 Miliar, Ramayana Buka 6 Gerai Baru  

Nasional

Dua Sekolah Tidak Lulus Ujian Nasional 100 Persen  

Seni & Hiburan

50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat  

Bisnis

Indonesia Kebal Krisis Eropa  

Nasional

Hasil Ujian Nasional NTT Peringkat Terakhir Nasional  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif