RIBUT-ribut kupon asuransi kematian berhadiah berujung penundaan. Departemen Sosial menunggu hingga 1 Agustus 2003 untuk membatalkan atau meneruskan izin operasi penyelenggaraan kupon yang disebut program kuis OK (Olahraga dan Kemanusiaan) itu.
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah memanggil PT Provicia, operator penyelenggara, untuk menjelaskan program OK yang rencananya diluncurkan Agustus nanti. Departemen Sosial juga telah memperingatkan perusahaan tersebut karena tidak memberitahukan kepindahan domisilinya. "Kita sudah memanggil mereka untuk menjelaskan," kata Kepala Sub-Direktorat Administrasi Perizinan Direktorat Pendayagunaan Sumber Dana Sosial, Bhakti Nusantoro, kepada Tempo News Room, Rabu pekan lalu.
Alasan Provicia, menurut Bhakti, mereka ingin mencari tempat yang lebih memadai menjelang waktu launching program OK. "Tapi untuk sementara waktu, Pak Menteri sudah memerintahkan kami membatalkan program undian tersebut," ujarnya.
PT Provicia telah mendapat izin beroperasi dari Menteri Sosial melalui SK bernomor 264, pada 6 Juni lalu. Namun ada kekhawatiran program itu menjurus ke perjudian, dan ada yang menengarainya sebagai bentuk baru SDSB di zaman Orde Baru. Sedangkan bantahan datang dari pihak Provicia dan Bhakti Nusantoro. Majelis Ulama Indonesia termasuk yang berjanji mengawasinya.
Dwi Arjanto dan Fitri Oktarini, Wuragil (Tempo News Room)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

