• Home
  • 14 Juli 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Burung-Burung di Alcatraz


    Alcatraz: betapa jauh, betapa sunyi. Terletak di Teluk San Francisco yang menggigil, penjara federal AS yang ditutup pada 1963 itu menjadi bukti betapa bui adalah tempat paling jahanam bagi seorang narapidana—kaliber dunia sekalipun. Di sana, bos mafia Al Capone menghabiskan waktunya sambil didera sifilis yang hebat. Di tempat itu pula Robert Stroud, homoseks pembunuh yang menghabiskan 50 tahun usianya di balik jeruji besi, mengubur waktu melalui persahabatannya dengan burung-burung. Alcatraz memang tak lebih buruk dari penjara di Tanah Air: Nusakambangan dan Pulau Buru—untuk menyebut beberapa. Tapi tak ada yang bisa menakar rasa sakit: setiap tempat ada deritanya. Dan di Alcatraz derita itu adalah cuaca dingin yang mematahkan engsel tulang, kamar isolasi yang menciutkan nyali, serta rasa sepi yang berkepanjangan. Wartawan TEMPO Arif Zulkifli mengunjungi Alcatraz dua pekan lalu. Laporan dari sana dilengkapi Nezar Patria dengan beberapa riset pustaka. Berikut ini cerita lengkapnya.
  • Menghitung Detik di Alcatraz


  • Tembok Pembungkam Keangkuhan


    Dulu Alcatraz sanggup membungkam kejayaan dan keangkuhan para bandit besar.
cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Perempuan dalam Dunia Cerpen

Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia

Catatan Pinggir

1944

Indonesiana

Demo Tengkorak

Polisi Tertipu Dalang

Seni Rupa

Gerilya 'Melawan' TV

Di Bawah 'Lindungan' MTV

TEMPO|interaktif

Sudah 3.500 Pekerja Wisata Solo Tersertifikasi

Nasional

SBY Berikan Keterangan Tentang Mobil Listrik

Nasional

BNPT: 15 Provinsi Masih Rawan Terorisme

Seni & Hiburan

Promotor Bantah Lady Gaga Batalkan Konser Jakarta

Nasional

Pendukung Keistimewaan Yogyakarta Siap Hadang SBY

Metro

Dua Satpam IPB Tewas Ditembak Perampok

Nasional

Kasus Dhana Widyatmika Masuk Penuntutan  

Bisnis

Agus Martowardojo Ancam Pembocor Anggaran  

Internasional

Calon Presiden Ikhwanul Muslimin Unggul  

Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura  

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ancam Batalkan Konser di Jakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif