• Home
  • 14 Juli 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Juli 2003

    Di Bawah 'Lindungan' MTV

    EMPAT jerangkong manusia berlari-lari. Larinya kencang dengan langkah panjang-panjang. Mereka berlari tanpa kenal lelah, meloncati tembok, meloncati bukit. Sang tokoh akhirnya mencapai sebuah bukit gersang. Di situ telah menunggu seorang gadis cantik dengan lipstik menyala. Keduanya berciuman.

    Sepenggal video musik Winana Nayo karya A. Moelloez ini mengingatkan kita pada videoklip Californication milik Red Hot Chili Peppers yang jadi hit pada 2001. Bedanya, Californication lebih mirip game tiga dimensi. Mungkin maksud Moelloez adalah memparodikan klip Red Hot Chili Peppers. Namun ini menunjukkan bahwa video art musik yang sering menggarap lagu Indie non-major label susah melepaskan diri dari gagasan-gagasan MTV.

    Dari hari ke hari, videoklip musik MTV makin nyeleneh. Banyak pemusik Barat yang memiliki gagasan aneh untuk pembuatan videoklipnya. Thom Yorke dari kelompok Radio Head, misalnya, dikenal memiliki ide sinting untuk videoklip. Memang videoklip (musik populer) sesungguhnya dibuat untuk promosi iklan. Namun MTV menyediakan ruang-ruang eksperimen cukup luas.

    "Harus diakui, sekarang lebih rumit dan lebih problematik karena satu jenis video art bisa dicampurkan dalam satu videoklip," kata Stephanie Moisdon. Dan ini membuat batasan antara video art dan videoklip kadang-kadang kabur. Video art, yang ingin melepaskan diri dari bayang-bayang MTV, malah menguatkan idiom-idiom MTV. I'm a Boyband karya Benny Nemerofsky Ramsay dari Kanada menampilkan empat orang menyanyi dan bergerak-gerak. Mereka membuat pernyataan ironis tentang boyband. Mengejek musik komersial dan boyband sebagai formula pertunjukan. Namun siapa pun dapat melihat karya ini bermain-main dalam pelataran MTV.

    "Airplanes… secretaries… airplanes… secretaries…." Cuplikan pidato George W. Bush menggema berulang diiringi alunan lagu We Will Rock You dari Queen mengantar elevator bergerak lambat di sebuah ketinggian Gedung Empire State, Amerika. Karya Michel Blum, America Rewind, menampilkan langit New York yang kusam menyelimuti atap-atap gedung pencakar langit. Begitu sampai di dasar gedung, kita baru sadar bahwa video diputar dalam gerak mundur (reverse mode). Mobil-mobil di jalan bergerak mundur, orang-orang di trotoar berjalan mundur.

    Musik Queen terus menggema, penggalan kata-kata suara Presiden Bush terus mengalir, "…disbelieve, terrible sadness… and god bless terrorism…." Cuplikan kata-kata yang disusun random itu diambil dari pidato Bush pada peristiwa 11 September, yang melahirkan pengertian baru jika didengarkan dengan saksama dari awal. "Airplanes… secretaries… a great nation… mom and dads… evil… justice and peace… disbelieve… terrible sadness… unyielding anger… justice… and god bless terrorism… freedom… responsible… good and just… in our world… tomorrow. Dibandingkan dengan video art musik lain dalam pameran di Galeri Nasional ini, karya Michel Blum tergolong paling imajinatif. Betapapun, formula-formula ini bukan barang asing di videoklip MTV.

    Seno Joko Suyono, Dwi Arjanto, Endah W.S.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

TEMPO DOELOE

Buku

Perempuan dalam Dunia Cerpen

Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia

Catatan Pinggir

1944

Indonesiana

Demo Tengkorak

Polisi Tertipu Dalang

Seni Rupa

Gerilya 'Melawan' TV

Di Bawah 'Lindungan' MTV

TEMPO|interaktif

Internasional

Amerika Potong Bantuan ke Pakistan

Sudah 3.500 Pekerja Wisata Solo Tersertifikasi

Nasional

SBY Berikan Keterangan Tentang Mobil Listrik

Nasional

BNPT: 15 Provinsi Masih Rawan Terorisme

Seni & Hiburan

Promotor Bantah Lady Gaga Batalkan Konser Jakarta

Nasional

Pendukung Keistimewaan Yogyakarta Siap Hadang SBY

Metro

Dua Satpam IPB Tewas Ditembak Perampok

Nasional

Kasus Dhana Widyatmika Masuk Penuntutan  

Bisnis

Agus Martowardojo Ancam Pembocor Anggaran  

Internasional

Calon Presiden Ikhwanul Muslimin Unggul  

Pemerintah Tegal Buat Album Khas Pantura  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif