PEMBELIAN Sukhoi menarik perhatian umum. DPR ribut dan membentuk panitia kerja, koran-koran meramaikannya dengan huruf besar di halaman depan, dan mahasiswa calon pemimpin masa depan menyatakan kritik dengan cara berdemonstrasi. Dari berbagai segi, pembelian Sukhoi memang menarik untuk dipersoalkan.
Yang paling menarik adalah pembelian Sukhoi dibandingkan dengan penjualan perusahaan badan usaha milik negara Indosat ke pihak asing. Pembelian Sukhoi diributkan, sedangkan penjualan Indosat ke pihak asing didiamkan.
Mengapa demikian? Karena Sukhoi adalah benda konkret, sedangkan Indosat adalah harta milik negara yang tak dapat diraba, dengan hak berdaulat Indonesia atas tempat beradanya satelit Indosat (Palapa), dan Indonesia berdaulat atas satelitnya. Palapa adalah suatu pulau Indonesia di ruang angkasa. Jelasnya, pembelian benda konkret diributkan, sedangkan penjualan kedaulatan didiamkan.
Kesimpulannya, masyarakat umum dan mayoritas anggota DPR tidak paham tentang kedaulatan negara. Demikian pula pemerintah RI yang menjual BUMN Indosat ke pihak asing.
YOGI SUPARDI
Lenteng Agung, Jakarta 12610
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

