• Home
  • 22 September 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 September 2003

    Kisah Hidup Sang 'Pengkhianat'

    Si Jalak Harupat, Biografi R. Oto Iskandar Di Nata Penulis : Nina H. Lubis Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003

    Kisah-kisah sedih zaman revolusi sudah waktunya dibuka kembali. Termasuk di dalamnya kisah yang menimpa pahlawan nasional Oto Iskandar Di Nata. Sebagai Menteri Negara Pertahanan pada awal Republik berdiri, Oto menjadi korban ketidaksenangan sekelompok pemuda yang mencurigainya sebagai "mata-mata musuh". Padahal, Oto menganut jalan diplomasi dan bukan mengedepankan senjata dalam transisi kekuasaan.

    Begitulah. Suatu hari pada Desember 1945, Oto dibunuh oleh seorang polisi bernama Mujitaba, suruhan kalangan pemuda anggota laskar yang membenci Oto. Fakta ini terangkat ke permukaan dalam pengadilan yang baru digelar pada 1959—14 tahun setelah Oto tewas.

    Dalam kategori pemuda zaman itu, Oto dinilai terlalu kooperatif terhadap Belanda. Ia anggota Volksraad, masuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Chuo-Sangi-in, dan aktif di dalam BPUPKI serta PPKI. Buat kalangan pemuda, peran Oto itu dilihat sebagai bentuk ketidaksetiaan pada bangsa. Sempat ada kecurigaan kematian Oto disebabkan oleh ketidaksukaan pihak lain terhadap orang Sunda semacam Oto dalam pemerintahan.

    Sampai tahap tertentu, nasib Oto Iskandar Di Nata sama tragisnya dengan sastrawan Amir Hamzah, yang dieksekusi para pemuda di wilayah Sumatera pada masa pergantian kekuasaan kolonial ke Republik. Juga Tan Malaka, tokoh misterius yang pernah menjadi buron pemerintah Belanda dan Republik.

    Buku ini ditulis dengan lancar oleh Nina H. Lubis, sejarawan asal Universitas Padjadjaran. Yang lebih memukau lagi adalah kata pengantar yang ditulis sejarawan senior Taufik Abdullah, yang memberikan konteks historis yang luar biasa atas berbagai kejadian tragis yang dialami Oto, Amir Hamzah, dan Tan Malaka. Juga para penduduk dalam peristiwa Tiga Daerah tahun 1945, dan penduduk Kota Malang tahun 1946. Taufik lalu teringat akan Trotzky, yang berkata, "Tidak ada revolusi yang berjalan sesuai dengan keinginan para pembuatnya."

    Ignatius Haryanto


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Raymond van Beekum, 40 tahun

Buku

Suara Batin Seorang Lesbian

Kisah Hidup Sang 'Pengkhianat'

Catatan Pinggir

Musuh

Seni Rupa

Memenangkan 'Neon Box'

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

Sebungkah Bara Bernama Kara

TEMPO|interaktif

Metro

Delapan Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor

Cina Tawarkan Roller Coaster 4 D

Hasil UN SMA Bisa Dicek Pukul 00.01 di Internet  

BlackBerry Andalkan BBM untuk Gaet Pasar  

Nasional

Anak 13 Tahun Tewas Kesetrum  

Olahraga

Giggs: Fans Tingkatkan Mental Pemain Muda United  

Momen Pembuktian Hodgson  

Preview Inggris Vs Norwegia

Metro

Di Balik Gagasan Kopaja Boleh Masuk Busway  

Nasional

Tukang Gigi Gugat Uji Materi UU Praktek Kedokteran  

Nasional

Ketua MA: Kini Mahasiswa Hukum Emoh Jadi Hakim

Nasional

Jokowi Pertemukan Seluruh Kerabat Keraton  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif