• Home
  • 22 September 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Semboyan Mereka 'Kiponrokin'


    Mereka tak pernah bisa lepas dari musik rock tahun 1970-an. Tapi mereka menolak disebut mengalami puber berkepanjangan alias remaja abadi. Sebagian mengaku selalu mendapatkan rasa damai setiap kali mendengar musik itu. Ada juga yang menjadikannya sebagai sumber ilham. Beberapa orang bahkan memutuskan menonton Yes di Singapura setelah band rock progresif itu batal tampil di Jakarta. Apa pun, yang sebenarnya membuat mereka setia—menyimak, mengobrolkan, serta mengikuti dan melacak perkembangannya—sepanjang masa adalah karya dari sebuah zaman ketika kreativitas bermusik mencapai puncaknya.
  • Panggung Yes di Dinding Rumah


  • Banyak Jalan Menuju ’Classic Rock’


    Musik rock pada akhir 1960-an menjadi akar dari pelbagai band pada 1970-an. Banyak yang sepakat, dari periode di antara kedua dasawarsa itulah classic rock berasal.
  • Kitab Suci dari Bandung


  • Arak ’Rock’ di Kafe-Kafe


    Selain melalui stasiun radio, kini dahaga para penggila musik cadas juga terobati lewat sajian ”menu rock” di kedai makan. Suguhan lihai memikat rockmania.
  • ’Nge-Rock’ Meski Sepi Iklan


  • ’Classic Rock’ dan Protes Politik


cover

Album

Meninggal

Raymond van Beekum, 40 tahun

Buku

Suara Batin Seorang Lesbian

Kisah Hidup Sang 'Pengkhianat'

Catatan Pinggir

Musuh

Seni Rupa

Memenangkan 'Neon Box'

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

Sebungkah Bara Bernama Kara

TEMPO|interaktif

Metro

Delapan Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor

Cina Tawarkan Roller Coaster 4 D

Hasil UN SMA Bisa Dicek Pukul 00.01 di Internet  

BlackBerry Andalkan BBM untuk Gaet Pasar  

Nasional

Anak 13 Tahun Tewas Kesetrum  

Olahraga

Giggs: Fans Tingkatkan Mental Pemain Muda United  

Momen Pembuktian Hodgson  

Preview Inggris Vs Norwegia

Metro

Di Balik Gagasan Kopaja Boleh Masuk Busway  

Nasional

Tukang Gigi Gugat Uji Materi UU Praktek Kedokteran  

Nasional

Ketua MA: Kini Mahasiswa Hukum Emoh Jadi Hakim

Nasional

Jokowi Pertemukan Seluruh Kerabat Keraton  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif