• Home
  • 06 Oktober 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 06 Oktober 2003
    Pengukuhan

    Dari Bali Menuju Profesor

    Sabtu pekan lalu adalah hari bahagia Dr. Indrayana Notosoehardjo. Pakar DNA ini resmi dikukuhkan sebagai guru besar ilmu kedokteran forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

    Dalam pengukuhan yang berlangsung di aula Fakultas Kedokteran Unair itu, Indrayana menyampaikan orasi ilmiah berjudul ”Perkembangan Ilmu Kedokteran Kehakiman Menuju Ilmu Kedokteran Forensik-Menjawab Tantangan Menghadapi Kasus-Kasus Forensik di Masa Mendatang”.

    Indrayana sebelumnya terlibat dalam proses identifikasi korban mati akibat bom Bali, 12 Oktober 2002. Dia direkrut Tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk bekerja keras mengenali ratusan potongan tubuh yang berserakan di sekitar lokasi peledakan di Legian.

    Sebagai anggota Tim DVI, Indrayana berhasil mengidentifikasi DNA (deoxiribose nucleic acid, materi genetik yang diwariskan) milik Iqbal, salah satu yang diduga kuat sebagai pelaku bom Bali. Ia juga yang berhasil mengidentifikasi jenazah dua kakak-beradik warga Korea yang turut menjadi korban dalam peledakan tragis itu. Semula, dua warga korea ini susah dikenali karena keduanya memiliki komposisi DNA yang amat mirip.


    ”Bung Karno dan Hamengku Buwono IX itu bersama-sama mendirikan bangsa ini. Karena itu, kalau Hamengku Buwono X sekarang bersaing dengan Megawati, paling tidak rakyat bangsa ini sudah bisa mengerti.”
    — Sultan Hamengku Buwono X dalam acara sosialisasi bakal calon presiden dari Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta, Selasa pekan lalu.

    ”Nyari uang sekarang susah. Mengapa kami tidak diberi kesempatan? Ini negara apa?”
    — Ny. Sutinah, warga Kampung Sawah, Tanjung Duren, Jakarta Barat, menumpahkan kekesalannya Kamis pekan lalu terhadap tindakan aparat yang terlalu dini membongkar rumahnya.


    TEMPO DOELOE

    6 Oktober 1908
    Austria mencaplok Bosnia dan Herzegovina.

    6 Oktober 1927
    Zaman film bersuara tiba dengan diputarnya The Jazz Singer, yang dibintangi Al Jolson.

    7 Oktober 1826
    Rel kereta api pertama di Amerika Serikat diresmikan di Quincy, Massachusetts.

    7 Oktober 1951
    David Ben-Gurion membentuk pemerintah Israel.

    7 Oktober 1981
    Parlemen Mesir menunjuk Wakil Presiden Hosni Mubarak sebagai pengganti Anwar Sadat, presiden yang tewas terbunuh.

    8 Oktober 1856
    Polisi Cina menaiki kapal Arrow milik Inggris. Selain menahan 12 awak warga Cina dengan tuduhan pembajakan, mereka menurunkan bendera Inggris. Perang kedua Cina-Inggris pun tak terelakkan.

    8 Oktober 1939
    Jerman menduduki Polandia Barat.

    9 Oktober 1804
    Hobart, Tasmania, didirikan. Pada tahun ini, tentara melakukan perburuan terhadap warga aborigin dan membunuh 50 orang. Sebagian dikirim ke Sydney untuk bahan penelitian antropologi.

    9 Oktober 1949
    Sekolah Hukum Harvard mulai menerima siswa perempuan.

    10 Oktober 1733
    Prancis menyatakan perang terhadap Austria berkaitan dengan soal suksesi di Polandia.

    10 Oktober 1868
    Kuba memberontak, ingin merdeka dari Spanyol.

    11 Oktober 1811
    Kapal feri bertenaga uap yang pertama, Juliana, mulai dioperasikan di Kota New York.

    11 Oktober 1881
    David Houston mematenkan film gulung untuk kamera.

    11 Oktober 1968
    Apollo 7, misi Apollo pertama yang berawak manusia, diluncurkan dari Cape Kennedy.

    12 Oktober 1850
    Sekolah kedokteran pertama untuk perempuan dibuka di Pennsylvania, Amerika Serikat.

    12 Oktober 1933
    Pulau Alcatraz dijadikan penjara federal dengan pengamanan maksimum.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pengukuhan

Dari Bali Menuju Profesor

Buku

Uskup Muda Memasak Soto

Catatan Pinggir

Rumah

Layar

Merayakan 'Erotika' Queer

Dari Salon Langsung ke Layar Putih

Mereka Membuat Film yang Salah

TEMPO|interaktif

Teknologi

Juli, Tablet Google Tiba

Teknologi

Vandroid T3, Tablet 3G dari Advan

Metro

Delapan Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor

Cina Tawarkan Roller Coaster 4 D

Hasil UN SMA Bisa Dicek Pukul 00.01 di Internet  

BlackBerry Andalkan BBM untuk Gaet Pasar  

Nasional

Anak 13 Tahun Tewas Kesetrum  

Olahraga

Giggs: Fans Tingkatkan Mental Pemain Muda United  

Momen Pembuktian Hodgson  

Preview Inggris Vs Norwegia

Metro

Di Balik Gagasan Kopaja Boleh Masuk Busway  

Nasional

Tukang Gigi Gugat Uji Materi UU Praktek Kedokteran  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif