• Home
  • 06 Oktober 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 06 Oktober 2003

    Warna-Warna Pemikat Impian

    DALAM keluasan yang berbataskan langit dan tanah, warna-warna itu berpadu dalam irama yang serempak. Cokelat. Putih. Biru. Biru. Putih. Cokelat. Berloncatan seturut dengan hari dan jam,siang dan malam-warna-warna itu menentukan jadwal 4.230 praja dalam nadatunggal disiplin: makan, mandi, tidur, olahraga, berdoa, belajar, rekreasi.Warna-warna itu mengatur mimik wajah, gerakan kepala, sikap menghormat,potongan rambut, cara menenteng tas, kecepatan makan.

    Dalam keluasan yang dilatari bukit-bukit Manglayang hijau pekat dikejauhan, warna-warna-baju seragam beserta aneka emblem dan atribut penandajenjang senioritas-itu melesakkan doktrin kesetiaan dan suara manunggal kedalam setiap kepala. Sembari, pada saat yang sama, memakukan tapal batasyang radikal antara junior-senior; nindya-madya; atasan-bawahan. Warna-warnaitu melintasi aula Nagara Bhakti, melesat ketakutan di lapangan ataulorong-lorong bangunan, berkelebat dari ruang-ruang menza-restoran-menujukelas, jalanan kampus, dan masjid.

    Dalam keluasan yang membungkam dalam 80 hektare bangunan,warna-warna itu mengenyahkan pengembaraan jiwa bahkan meniadakan tempatuntuk tangisan. Dalam Matsnawi, kitabnya yang amat masyhur, penyair PersiaJalaludin Rumi menganjurkan: "Menangislah seperti kincir air, rumput-rumputhijau mungkin memancar dari istana jiwamu...." Tapi Siti Lestari, seorangnindya-praja dari Sulawesi Tenggara, harus meluapkan tangisannya diam-diamdi tempat-tempat tersembunyi. Padahal "menangis adalah cara kamimelepaskan rasa jenuh," katanya.

    Dalam keluasan kampus, ribuan anak-anak muda melintas dari delapanpenjuru negeri menuju Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. Di gerbangsekolah, mereka membaurkan diri ke dalam warna-warna. Putih. Biru. Cokelat.Personal menjadi kontingen. Diri menjadi kelompok. Warna-warna itumemutar weker kehidupan selama 24 jam-untuk kemudian menukarnya denganselembar ijazah plus sejumlah impian pada empat tahun kemudian.

    Tapi warna-warna itu mendadak bungkam tatkala aneka"pembinaan" yang dibungkus tendangan,tamparan, pelecehan, ditebar di kampus itu selama bertahun. Dan mengapakahwarna-warna itu membisu saat imbal janji "menjadi pemimpin yang andal danberdisiplin" bertukar ceritera dengan siksa bahkan kematian?

    John McAllister Schofield (1831-1906) satu dari jenderal alumni West Point paling masyhur, menuliskan intisari disiplin yang masih diajarkan di West Point hampir seabad setelah kematiannya. "Disiplin tak pernah bisa ditegakkan lewat kekasaran dan tirani," tulis Schofield. "Dan pemimpin yang baik menuai sukses lewat rasa hormat, kepercayaan, dan kasih sayang."


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pengukuhan

Dari Bali Menuju Profesor

Buku

Uskup Muda Memasak Soto

Catatan Pinggir

Rumah

Layar

Merayakan 'Erotika' Queer

Dari Salon Langsung ke Layar Putih

Mereka Membuat Film yang Salah

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif