• Home
  • 03 November 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 03 November 2003

    Setelah Mereka Berlayar di Daratan

    Mereka kini hidup di atas perahu. Lautan yang mengelilinginya adalah seonggok sampah dan puing-puing rumah yang bergelimang akibat roda buldoser yang mematikan. Pada bulan Ramadan ini, saat azan buka puasa ini, mereka jauh dari kecukupan.

    Dua ribu nelayan Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara itu kini hidup di atas perahu motor. Ketika gemuruh roda-roda besi buldoser melumat rumah mereka, Rabu dua pekan lalu, maka mereka tahu: hidup hanya untuk bertahan. Untuk memimpikan rumah susun yang dijanjikan Pemerintah Daerah DKI Jakarta tentu saja menjadi sebuah kemewahan. Pembangunan rumah susun yang dijanjikan itu tak jelas kapan terselenggara.

    "Tahun ini tak ada baju baru untuk anak kami. Tidak ada zakat fitrah dari kami," ujar Darmawi, salah satu nelayan. Getir. Kini mereka malah bergantung pada sumbangan orang untuk hidup.

    Hidup di atas lautan puing dan sampah; mandi di kali dengan udara yang lembap yang merangsang penyakit kulit dan disentri itu kemudian menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Dari azan ke azan, mereka berlindung dari terik matahari dan hujan, di bawah atap perahu daratan.

    Jobpie Sugiharto


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Barli Sasmitawinata dan Enoch Atmadibrata

Buku

Filsafat Gadis, Filsafat Perempuan

Catatan Pinggir

Kaya

Seni Rupa

'Bukti Penderitaan' di Pelabuhan Asing

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif