Dari atas podium, pria ubanan itu membaca beberapa ayat Alkitab dengan suara bergemuruh. Lalu ia berkhotbah penuh semangat. Fokusnya soal hari kiamat. Seluruhnya direkam dengan kamera video. Hasilnya kemudian beredar dalam bentuk VCD. "Pemberitahuan 28-2-1999->10 November 2003-Kiamat Dunia II," begitu tertulis di pojok bawah rekaman itu. "Ini murni dari Tuhan," katanya.
Pria yang bicara dengan gaya orasi meyakinkan itu adalah Pendeta Mangapin Sibuea, 59 tahun, yang punya ramalan bahwa hari kiamat tiba pada 10 November 2003. Rekaman VCD itu beredar luas di kalangan pengikutnya, juga beberapa umat Kristen. Pria yang lahir di Laguboti, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu sudah ditangkap polisi Oktober 2002 lalu. Tapi pengikutnya masih ngotot menunggu ramalannya. Senin kemarin, ketika menanti hari akhir itu di Bale Endah, Bandung, 283 pengikutnya dievakuasi, beberapa pengurus gereja jadi tersangka.
Ditemui Bobby Gunawan dari TEMPO Rabu kemarin di Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, alumni Sekolah Alkitab Pantekosta Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu masih segar-bugar, ceria, dan -ini yang hebat-penuh percaya diri. "Senin kemarin adalah hari pengangkatan, bukan hari hancurnya bumi," ujarnya.
Beberapa kali ia membuka Alkitab, juga sebuah buku berjudul Suara Allah di Akhir Zaman. Mengenakan celana hitam dan kemeja cokelat-biru, selama wawancara ia selalu mengumbar senyum. Berikut petikan wawancara itu.
Bagaimana ceritanya hingga Anda sampai pada kesimpulan bahwa kiamat terjadi 10 November 2003?
Kami murni mendengar suara langsung dari Tuhan. Jadi, kami datang dari seluruh Indonesia ke sini, berkumpul di Bandung. Seperti pengakuan beberapa pengikut kami di televisi, mereka mendengar sendiri suara Tuhan itu sebelum bertemu saya. Jadi, itu betul-betul dari kami.
Tapi, di luar sana ada persepsi yang salah. Dalam buku ini jelas sekali bahwa kiamat dunia akan benar-benar terjadi. Sejak 10 November 2003 hingga 10 Mei 2007 adalah masa untuk menguatkan anak-anak Tuhan, supaya tidak menghujat Yesus.
Bagaimana konsep hari kiamat itu?
Persepsi di luar itu jelas keliru besar. Seakan-akan dunia kiamat pada 10 November 2003. Itu konsep Anda. Konsep kami tidak begitu. Senin kemarin itu adalah hari pengangkatan, bukan hari kiamatnya bumi. Kiamatnya itu Mei 2007. Semua itu ada dalam buku. Ada buktinya. Kalau Anda tidak membaca buku, berarti Anda perlu mendengar dari kami. Jadi, yang salah Anda. Proses kami tetap benar. Banyak dari kami yang sarjana. Kami tidak bodoh.
Anda bilang Senin kemarin itu hari pengangkatan. Mengapa tidak terjadi?
Acara kemarin memang gagal. Pengangkatan urung terjadi lantaran polisi dan Tim Crisis Center masuk dan menghentikan acara. Di tengah-tengah acara, Pendeta Simon (maksudnya Pendeta Jhon Simon Timorason, Ketua Tim Crisis Center Forum Komunikasi Kristen Indonesia se-Jawa Barat-Red.) masuk.
Lalu, kapan kiamat akan terjadi?
Kiamat dalam artian semua manusia musnah itu akan terjadi 10 Mei 2007.
Bagaimana Anda tahu?
Saya mendengar suara roh atau bisikan Tuhan. Dan saya sudah mendengar suara itu sejak tahun 1980-an.
Bagaimana Anda menilai reaksi petinggi Gereja atas masalah ini?
Saya tertarik dengan jawaban Ketua PGI Bapak Pendeta Nathan Setiabudi. Menurut beliau, hal ini sebaiknya tidak dicampuri oleh pemerintah, karena ini masalah intern kami dan dengan Tuhan sendiri. Lebih bersifat kemanusiaan.
Beberapa pendeta bilang bahwa tak ada satu pun manusia yang bisa meramal soal hari kiamat. Kok Anda bisa, ya?
Kalau baca dari ayat ini (Mangapin menunjuk ke Alkitab), sebelum dunia kiamat tiba, akan diberi tahu tanggal dan tahunnya. Mereka yang berkomentar itu kan tidak tahu Alkitab. Jadi, yang memberi tahu kapan kiamat itu adalah Roh Kudus. Kalau mereka bertemu saya, kita bisa berdebat. Tapi mereka takut bertemu.
Anda bisa mengerti ayat-ayat ini sejak kapan?
Sejak 28 Februari 1999. Murni suara dari Tuhan.
Sidang pertama Anda kan sudah berlangsung Senin kemarin dan jaksa sudah mendakwa.
Bagi saya, dakwaan jaksa itu tidak bermutu. Banyak kesalahan dalam dakwaan itu. Dia menggunakan ayat-ayat Alkitab, tapi dikutip setengah-setengah saja.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

