• Home
  • 17 November 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 17 November 2003

    Fundamentalisme Yes, Sekularisme Yes

    Kebangkitan Agama Menantang Politik Dunia (The Desecularization of the World: Resurgent Religion and World Politics) Penulis : Peter L. Berger (sekaligus editor), George Weigel, David Martin, dkk. Penerbit : Arruz,Yogyakarta, Februari 2003, 216 halaman Penerjemah : Hasibul Khoir

    Fundamentalisme adalah terminologi yang seksi. Terma ini umumnya dipahami sebagai gerakan agama yang keras, menantang modernitas, dan menjadi masalah bagi tatanan dunia. Di sisi yang lain, ada sekularisasi, sebuah gerakan yang memisahkan agama dari kehidupan dunia. Fundamentalisme dan sekularisasi menjadi dua entitas ideologis yang bertolak belakang dan selalu bermusuhan.

    Peter L. Berger, editor buku ini, menggugat sekularisasi sambil mencari titik temu antara sekularisasi dan fundamentalisme. Menurut dia, mengabaikan agama dalam analisis terhadap masalah kontemporer sangat berbahaya. Ia tak menolak pendapat yang menafikan peran agama dalam kehidupan modern, tapi katanya, "Sebaiknya kita secara jernih menerima mana sisi positif kemodernan seraya tidak mengabaikan peran agama."

    Sang sosiolog menawarkan dua strategi untuk menengahi perseteruan fundamentalisme dan sekularisasi. Yang pertama adalah revolusi agama (religious revolution), yaitu perubahan masyarakat secara keseluruhan dengan menghadirkan model agama yang modern. Perubahan ini diprakarsai kaum agamawan. Yang kedua adalah subkultur agama (religion subcultures), yakni sebuah upaya mencegah pengaruh yang secara negatif masuk ke agama.

    Berger dan kawan-kawan lalu memaparkan enam gagasan pemahaman agama moderat yang telah terjadi dalam sejarah. Pertama, gerakan pembaruan yang dilakukan Paus Yohanes Paulus II dari Katolik Roma. Paus memposisikan dirinya sebagai penyeru kebenaran bagi publik tapi tidak mau bersikap sektarian. Dengan cita-cita kebebasan, moralitas, dan kemanusiaan, Paus mengharapkan agar umat Katolik mampu bersikap adaptif dengan kemodernan.

    Kedua, kebangkitan Evangelis pada Kristen Protestan. Evangelisme ingin menjadi kelompok penekan yang mempengaruhi kepentingan-kepentingan institusional agama dengan "prinsip-prinsip moral" yang luas. Evangelisme bukan gerakan fundamentalisme karena tak ingin melakukan hegemonisasi ideologis dan tak berambisi menerapkan hukum agama ke wilayah publik.

    Ketiga, Judaisme, terutama yang terjadi di kalangan muda Yahudi. Tak seperti kalangan tua yang kolot, kalangan muda Yahudi lebih damai dan lebih suka mendialogkan ajaran agamanya secara kontekstual. Menurut Sacks—salah seorang penulis—kemunculan mereka telah membantah gambaran tentang kaum Yahudi yang tidak toleran dan pendukung Israel bahkan menjadikan Yahudi kaum yang halus dan bermoral.

    Keempat, agama dan gereja di dataran Eropa. Grace Davie menilai agama sangat berperan di Eropa melalui monoteisme Judeo-Christian, rasionalisme Yunani, dan organisasi Roma.

    Kelima, kebangkitan agama di Cina. Nilai-nilai pencerahan yang muncul sejak Gerakan 4 Mei (May Fourth Movement) menyebabkan nilai-nilai agama terpinggirkan di era kontemporer Cina. Di tengah suasana krisis ini, Kristen masuk, Buddhisme makin kuat, dan Islam berkembang. Dalam pluralitas agama ini, kesadaran keberagamaan makin terbuka di Cina.

    Keenam, peneguhan identitas Islam tapi bukan melalui penegakan syariat secara keras oleh negara. Khusus mengenai Islam, An-Naim, salah seorang penulis buku ini, setuju dengan upaya mendekatkan sekularisme dan Islam.

    Munculnya kelompok "moderat" yang melihat modernitas sebagai "tantangan" (challenge) dan memandang bahwa peran agama sebaiknya muncul pada dataran substansial dan moral akan mampu mendamaikan ekstremitas fundamentalisme dan sekularisme.

    Buku ini merekam pemikiran beberapa tokoh dari agama masing-masing yang bisa kita kelompokkan ke dalam kubu moderat. Berger mengatakan bahwa "dunia saat ini mengalami penguatan religiusitas dan bukan dunia yang sekuler seperti yang diprediksikan para analis." Berangkat dari kenyataan faktual seperti diungkap Berger, tugas kita adalah bagaimana mendialogkan tradisi dan modernitas agar menjadi berimbang dan signifikan.

    Happy Susanto
    (Peneliti di The International Institute of Islamic Thought Indonesia)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Kiamat Rasul Paulus dari Bale Endah

Maut di Antara Kiamat dan Surga

Pendeta Mangapin Sibuea:

"Kami Tidak Bodoh"

Album

Meninggal

Noor Achirul Layla, 44 tahun

Buku

Fundamentalisme Yes, Sekularisme Yes

Catatan Pinggir

Riba

Layar

Islam Lokal, Islam Minoritas

`Ruang Batin' Para Peziarah

Emas di Kubangan Kerbau

Seni Rupa

Seperti Kata Pepatah Latin

Tari

Anand dan Tari Gasing Rumi

TEMPO|interaktif

Ozil Prediksi Giliran Jerman Juara  

Lagi, Pemain Inggris Cedera  

Internasional

Gara-gara Bahasa, Anggota Dewan Ukraina Adu Jotos

Internasional

Bom Mobil Meledak di Turki, 2 Orang Tewas  

Olahraga

Barcelona Tetap Klub Terbaik di Dunia, Kata Bielsa  

Bisnis

Garuda Terbang Lagi ke Taipei  

Bisnis

Rupiah Terpuruk, Indeks Terjun Bebas 82 Poin  

Internasional

Istri bin Laden yang Ini Banyak 'Bicara' ke Intel  

Otomotif

18 Tim Mahasiswa Ikut Shell Eco-Marathon Asia 2012  

Metro

Polisi Bekuk Tersangka Pemilik Senjata Api Ilegal  

Nasional

Jokowi Akan Pertemukan Dua Kubu Keraton  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif