• Home
  • 24 November 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 November 2003

    Keluarga Istana Sebaiknya Mundur

    Perlukah putra Presiden Megawati mundur dari proyek pembangunan pusat niaga Kemayoran?
    (12-17 November 2003)
    Ya
    79,4%525
    Tidak
    18,5%122
    Tidak tahu
    2,1%14
    Total100%661

    Menteri Sekretaris Negara Bambang Kesowo menggelar konferensi khusus pada 7 November 2003 lalu, berkaitan dengan tudingan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proyek pembangunan pusat niaga di kawasan Bandar Kota Baru, Kemayoran. Dalam proyek itu ada nama Mohamad Rizki Pratama, putra Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Rencananya, proyek itu akan dibangun oleh PT Teda Pratama Nusantara. Di perusahaan inilah Pratama duduk sebagai wakil komisaris, yang lalu menimbulkan kecurigaan adanya patgulipat. Kesowo membantah keras tudingan adanya campur tangan keluarga Istana dalam soal ini. "Tidak ada. Itu saya jamin karena saya yang memutuskan," kata Kesowo.

    Namun tak semua orang sepaham dengan Kesowo. Ikut terlibatnya keluarga Istana dalam suatu proyek, senormal apa pun prosedurnya, tak bisa membendung tudingan nepotisme. Karena itu, mayoritas responden menyarankan Pratama mundur dari proyek tersebut.


    Indikator Pekan Ini: "Tangkap calo dan dapatkan hadiah langsung Rp 220 ribu dan tiket KA mudik." Begitulah isi spanduk yang dipasang mencolok di depan gedung pemesanan tiket PT Kereta Api Indonesia di Jalan Juanda, Jakarta. Pesannya jelas: ini semacam sayembara bagi siapa saja untuk ikut memberantas calo.

    Program untuk memberantas praktek percaloan itu bukan yang pertama. Tahun-tahun sebelumnya PT Kereta Api juga melakukan hal serupa. Namun selama ini masih banyak penumpang yang kecewa dan akhirnya menggerutu. Mereka tak mendapat tiket mudik, sementara banyak calo yang tetap melenggang aman di depan mata.

    Apakah cara pemberian hadiah itu memang tak cukup efektif menekan praktek percaloan? Bagaimana sikap Anda? Kami tunggu pendapat Anda di www.tempo.co.id.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

    cover

    Album

    Penghargaan

    Garin Nugroho, 42 tahun

    Buku

    Menulis Emak, Menulis Daoed

    Daoed, Cucu, Buku

    Catatan Pinggir

    Allah

    Fotografi

    Hutan, Cermin, dan Filsuf

    TEMPO|interaktif

    Di Bangkok, Lady Gaga Kunjungi Kabaret Waria  

    Olahraga

    Persisam Minta Polisi Usut Pelempar Mercon Roket  

    Otomotif

    Toyota Rakit 8 Mobil Murah untuk Negara Berkembang  

    Internasional

    Kisah di Balik Pengusap Kepala Obama

    Given Kembali Berlatih Pekan Depan  

    Ozil Prediksi Giliran Jerman Juara  

    Lagi, Pemain Inggris Cedera  

    Internasional

    Gara-gara Bahasa, Anggota Dewan Ukraina Adu Jotos

    Internasional

    Bom Mobil Meledak di Turki, 2 Orang Tewas  

    Olahraga

    Barcelona Tetap Klub Terbaik di Dunia, Kata Bielsa  

    Bisnis

    Garuda Terbang Lagi ke Taipei  

    iklan generik

    Top
    • Majalah Tempo
    • English Edition
    • Koran Tempo
    • PDAT
    • Photostock
    • U-Mag
    • Ruang Baca
    • Blog
    • Jurnalisme Publik
    • iTempo
    • Video
    • Audio
    • Infografis
    • Nasional
    • Metro
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
    • Seni & Hiburan
    • Internasional
    • Selebritas
    • Kolom
    • English
    • Japanese
    • Help
    • About us
    • Contact
    Copyright 2011 TEMPOinteraktif