• Home
  • 01 Desember 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
  • Arsip
  • 01 Desember 2003

    Ular Alur dari Australia

    SNAKE Penulis : Dewi Anggraeni Penerbit : Indra Publishing, Australia 2002, 240 halaman

    Dewi Anggraeni bukan Ayu Utami atau Nukila Amal. Ia tidak mengeksplorasi seksualitas, seperti Saman, atau mengeksploitasi bahasa, seperti Cala Ibi. Dewi, berbeda dari kecenderungan utama para penulis perempuan kontemporer di Indonesia, berangkat dari konvensi yang sudah sangat diakrabi oleh khalayak pembaca fiksi.

    Ia menyuguhkan misteri dengan pakem yang standar: sesuatu yang aneh terjadi, diikuti oleh upaya untuk memahami keanehan tersebut oleh tokoh utama cerita, diselingi oleh berbagai bahaya dan kebetulan, dan akhirnya misteri pun terkuak. Tidak ada yang istimewa. Pada awalnya, gerak penceritaan bahkan terkesan agak lamban dan, sebagaimana kisah misteri lainnya dalam tradisi Stephen King, alurnya meloncat-loncat.

    Teka-teki terbangun, tapi pada saat yang sama potongan-potongan puzzle-nya disediakan untuk memberikan petunjuk kepada pembaca. Semuanya serba standar. Tantangan utama untuk genre fiksi semacam ini tentu saja adalah bagaimana membuat pembaca tidak mampu melepaskan diri dari buku tersebut hingga lembar halaman yang terakhir.

    Tidak semua fiksi misteri berhasil dalam hal yang satu ini, dan kegagalan pembaca untuk menebak ending cerita, yang dahulu merupakan daya tarik tersendiri dalam membaca kisah misteri, kini bisa jadi mulai menjadi pekerjaan yang rutin sekaligus membosankan bagi pencinta fiksi misteri.

    Justru dalam hal inilah Dewi Anggraeni membedakan dirinya. Dalam kesetiaannya kepada pakem, ia masih piawai memainkan dawai-dawai alur ceritanya, sehingga yang tercipta bukan hanya suspense tetapi juga rajutan peristiwa yang kaya kelopak. Ada persoalan serius tentang psikologi perempuan, institusi perkawinan, etnisitas, multikulturalisme dan kosmopolitanisme yang dapat diolah dengan apik sehingga menyatu dengan misteri tanpa menjadi ornamen belaka ataupun anasir perusak aliran cerita.

    Awalnya memang cuma tentang sebuah bros berbentuk ular yang terbuat dari sejenis batu mulia. Seperti juga dalam novel misteri lainnya, tidak jelas mengapa bentuk ular yang dipilih, atau apa hubungan antara jenis batu tertentu dan kemalangan yang menimpa para pemilik bros itu. Dan, barangkali, kejelasan-kejelasan ini tidak begitu mendesak untuk genre misteri. Dalam Snake pun sumber "kutukan" ternyata bukan berasal dari dalam batu bros itu sendiri melainkan dari riwayat yang berbeda.

    Ular pun merupakan citraan arketipe yang sudah sangat dikenal dan kerap digunakan: ia adalah simbol godaan, bahaya, dan maut. Untungnya, bukan ini yang oleh Dewi Anggraeni dikedepankan secara terus-menerus. Bros ular itu mampu melakukan fungsi utamanya dengan baik, yaitu melecut jalannya cerita, dan memang cukup sampai di situ, atau novel ini akan menjadi satu dari setumpuk kisah misteri yang tidak bermutu.

    Setelah itu, Dewi langsung menukik ke dalam jejaring peristiwa yang kompleks, membawa pembacanya menuju ke dimensi masa lampau. Tujuannya bukan untuk mencari jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan konvensional di atas melainkan untuk bertualang dalam sebuah saga keluarga yang mengasyikkan sekaligus mendebarkan.

    Kita tidak hanya tenggelam dalam ketegangan tetapi juga diajak menyelam ke dalam hubungan kekeluargaan yang kompleks dan penuh rahasia, seperti dalam cerita silat meski minus adegan laga. Hasilnya, kenikmatan membaca terutama berasal dari kepiawaian membangun alur, dan bukan dari suspense. Kemampuan membangun hubungan yang fantastis tetapi masuk akal itulah yang membuat novel ini lebih daripada sebuah novel misteri semata.

    Entah kita hendak memasukkan Dewi ke dalam khazanah sastra nasional yang mana. Penulis yang tinggal di Australia dan menulis dalam bahasa Inggris tetapi membaca novelnya tetap membuat kita serasa "di rumah" ini memang menjadi bagian dari suatu perkawinan tradisi yang kaya. Snake secara konsisten juga dilatarbelakangi oleh kekayaan tradisi itu dan memantulkannya kembali kepada kita melalui kisah yang disuguhkannya.

    Manneke Budiman (penulis)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

La Rose, 70 tahun

Buku

Ular Alur dari Australia

Catatan Pinggir

Maaf

Televisi

'Bye-Bye' Bajuri

TEMPO|interaktif

Olahraga

Mitra Kukar Cukur Gresik United 4-1

Teknologi

Penyebar Malware Angry Birds Didenda

Otomotif

Hambat Importir Umum, BMW Didenda Rp 1,5 Triliun

Bisnis

200 'Kuda Putih' Akan Diluncurkan  

Metro

Penembakan Satpam IPB, Lima Menit Jelang Adzan

Metro

Penembak Satpam IPB Menyamar Jadi Mahasiswa  

Di Bangkok, Lady Gaga Kunjungi Kabaret Waria  

Olahraga

Persisam Minta Polisi Usut Pelempar Mercon Roket  

Otomotif

Toyota Rakit 8 Mobil Murah untuk Negara Berkembang  

Internasional

Kisah di Balik Pengusap Kepala Obama

Given Kembali Berlatih Pekan Depan  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif