• Home
  • 15 Desember 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 15 Desember 2003
    Penghargaan

    Poedijono, 63 tahun


    Seniman kelahiran Wonogiri, Ki Poedijono, mendapat penghargaan Medal of the Order of Australia (OAM) dari Pemerintah Federal Australia. Anugerah itu akan diumumkan resmi pada Australia Day, 26 Januari 2004. Poedijono dianggap berjasa dalam bidang etnomusikologi, ilmu yang mempelajari musik etnis, terutama dalam memperkenalkan musik gamelan kepada masyarakat Australia.

    Poedijono datang pertama kali ke Melbourne pada 1973 atas undangan Profesor Margaret Kartomi dari Monash University. Selama sembilan tahun Poedijono pun mengajarkan musik gamelan di sana. Saat Poedijono datang, di seluruh Australia baru ada satu-dua perangkat gamelan. Kini sudah ada 48 perangkat di berbagai negara bagian tanah kanguru itu.

    Di samping mengajar, selama di Monash, Poedijono secara reguler menggelar pentas dengan seniman-seniman asuhannya. Terobosan Poedijono antara lain menggunakan bahasa Inggris dalam pergelaran wayang kulitnya, bukan hanya bahasa Inggris baku, tapi juga bahasa gaul, sehingga pada bagian dagelannya penonton Australia bisa dibuat tergelak. "Semua seni pertunjukan harus berkomunikasi dengan penonton," kata Poedijono kepada TEMPO.

    Keahliannya sebagai dalang, penari, dan musisi membuat Poedijono sangat populer, baik di sekolah-sekolah seni maupun di kelompok-kelompok seniman. Tariannya, pertunjukan wayang kulitnya, dan pengajaran gamelannya hampir selalu menarik penonton dari berbagai penjuru Melbourne. Kelompok seni binaannya antara lain Melbourne Community Gamelan, PERMAI, Yarragam, dan Mahindra Bali.

    Penghargaan
    Sri Susuhunan Pakubuwono XII, 82 tahun

    Raja Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono XII, menerima penghargaan sebagai Bapak Simbol Perdamaian Dunia dari tokoh lintas agama asal India, Sri Chinmoy, Rabu pekan lalu. Penyerahan Lifting Up the World with a Oneness Heart Award itu dilakukan sendiri oleh Sri Chinmoy di Sasana Handrawina, Solo.

    Berkedudukan di New York, Amerika Serikat, Sri Chinmoy pernah memberikan penghargaan serupa kepada beberapa tokoh internasional, dari kepala negara, tokoh agama, akademisi, hingga atlet olahraga. Mereka yang pernah menerima penghargaan itu antara lain Bunda Theresa (1979), bekas Presiden Rusia Mikhail Gorbachev (1990), Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela (1994), Lady Diana, pelari Carl Lewis, dan juara dunia tinju kelas berat Muhammad Ali.

    Pada acara penyerahan penghargaan, Sri Susuhunan didaulat untuk menaiki kursi khusus yang dibawa langsung dari New York. Saat diduduki, kursi khusus itu naik secara otomatis sebagai wujud pengakuan dan pengesahannya sebagai Bapak Simbol Perdamaian Dunia. Penyerahan penghargaan ini disaksikan 150 pengikut Sri Chinmoy yang berasal dari 27 negara.

    Sri Chinmoy juga telah menciptakan lagu khusus yang bercerita mengenai pribadi Raja Surakarta yang sudah berusia 82 tahun itu. Ia menyanyikan lagu berjudul King Sinoehoen: Wisdom Mountain, Kindness Fountain, Love Sky ini bersama semua undangan yang hadir sebelum pemberian penghargaan.


    "Kalau busway dari Pasar Minggu, barulah enggak perlu pakai kendaraan pribadi ke kantor."
    — Arif Partisan, warga Pasar Minggu yang bekerja di Jalan Sudirman, seperti dikutip Koran Tempo, Jumat pekan lalu, tentang rencana pengoperasian busway antara Blok M dan Kota yang dibarengi dengan penambahan waktu berlakunya three-in-one dari pagi hingga malam.

    "Silakan saja. Sepandai-pandai tupai melompat, toh, akan jatuh juga."
    — Kepala Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sulistyo, di Jakarta, Kamis pekan lalu, tentang kemungkinan penggunaan nomor kendaraan ganda jika pembatasan berdasarkan nomor polisi di jalur busway diberlakukan.


    Tempo Doeloe

    15 Desember 1965
    Amerika Serikat menjatuhkan 12 ton bom di sebuah pusat industri di dekat Haiphong.

    15 Desember 1989
    Kediktatoran di Cile berakhir.

    16 Desember 1653
    Oliver Cromwell memperoleh kekuasaan diktator dengan gelar pelindung Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Ia berkuasa hingga 1658.

    17 Desember 1965
    Ferdinand Marcos mendeklarasikan diri sebagai Presiden Filipina. Dengan begitu, berakhirlah kampanye pemilu yang diwarnai kekerasan.

    17 Desember 1981
    Teroris Brigade Merah menculik Brigadir Jenderal James Dozier, pejabat NATO dengan pangkat paling tinggi di Italia.

    18 Desember 1737
    Antonio Stradivari meninggal di Cremona, Italia, pada usia 93 tahun. Dialah pembuat biola yang paling dikenal dalam sejarah. Semasa hidupnya tak kurang dari 1.200 biola berkualitas tinggi lahir dari tangannya.

    19 Desember 1918
    Robert Ripley memulai panel kartunnya, Believe It or Not, di New York Globe.

    19 Desember 1946
    Perang pecah di Indocina karena Ho Chi Minh menyerang Prancis di Hanoi.

    20 Desember 1922
    Sebanyak 14 republik sepakat membentuk Republik Sosialis Uni Soviet.

    20 Desember 1983
    Evakuasi besar-besaran warga Palestina terjadi di Libanon. Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat termasuk di antara 4.000 pengikutnya yang harus meninggalkan Libanon.

    21 Desember 1971
    Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih Kurt Waldheim sebagai sekretaris jenderal keempat PBB, menggantikan U Thant.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Poedijono, 63 tahun

Buku

Membaca Marx dan Para Pengikutnya

Catatan Pinggir

Tso Wang

Fotografi

Jakarta-Peking dalam 'Kisah Dua Kota'

Tari

Hidup itu Singkat, Seni...

TEMPO|interaktif

Oezil Ingin Bawa Jerman Juarai Euro 2012

KPU Tetapkan DPT Pekan Depan  

Kapolda Tetap Tolak Konser Lady Gaga

Olahraga

Martinez Kian Merapat ke Anfield

Teknologi

Tim Mobile Health ITB ke Final Kejuaraan Dunia

Teknologi

NetApp Indonesia Resmikan Kantor Baru

Inilah Para Calon Pengganti Paul Si Gurita

Olahraga

Robbie Fowler Hadapi Indonesia All-Stars Masters

Bisnis

Stop Ekspor Mineral, Indonesia Ditekan Asing

Olahraga

Mitra Kukar Cukur Gresik United 4-1

Teknologi

Penyebar Malware Angry Birds Didenda

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif