• Home
  • 22 Desember 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 Desember 2003

    'Busway' Bukan Solusi yang Tepat

    Apakah busway merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah lalu lintas di Jakarta?
    (12 - 19 Desember 2003)
    Ya
    14.80%124
    Tidak
    80.19%672
    Tidak tahu
    5.01%42
    Total100%838

    Bagi warga Jakarta, tak ada topik hangat dalam minggu-minggu ini yang mengalahkan soal bakal beroperasinya busway. Menurut Pemda DKI Jakarta, pengoperasian busway akan menekan peng- gunaan mobil pribadi di jalan raya. Sebagai pendukungnya, Pemda DKI akan memperpanjang masa pemberlakuan three ini one, dari semula pukul 06.30 sampai pukul 10.00 menjadi pukul 06.00 sampai pukul 20.00. Bersamaan dengan itu juga akan ada pembatasan jumlah kendaraan yang beredar di jalan berdasarkan nomor kendaraan.

    Tujuan akhir dari semua rencana itu adalah mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi makanan sehari-hari warga Ibu Kota. Tapi tak semua sependapat. Responden yang mengikuti jajak pendapat Tempo Interaktif sepekan lalu menilai cara itu bukan solusi tepat untuk mengatasi kemacetan Jakarta.

    Sebagian besar responden khawatir kebijakan baru itu akan memperparah kemacetan, khususnya daerah yang berada di sekitar jalur busway. Selain itu, responden khawatir busway juga tak memberikan keamanan dan kenyamanan. "Saya pribadi lebih suka naik bus daripada mobil pribadi kalau keamanan terjamin seperti di Singapura dan Thailand," kata seorang responden.


    Indikator Pekan Ini: Lebih dari 29 ribu calon jemaah haji tahun 2004 gagal ke Tanah Suci karena pemerintah Arab Saudi tak memberikan kuota tambahan. Puluhan calon jemaah haji yang gagal berangkat sempat datang di Komisi Agama DPR, pada 17 Desember malam, saat Menteri Agama Said Agil al-Munawar melakukan dengar pendapat dengan para wakil rakyat.

    Reaksi keras datang dari berbagai kalangan. Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif, misalnya, mendesak DPR agar membentuk panitia khusus soal ini. Selain itu, muncul juga desakan agar Menteri Agama mengundurkan diri.

    Bagaimana pelayanan pemerintah terhadap calon jemaah haji tahun ini? Lebih baik atau justru sebaliknya? Kami tunggu pendapat Anda di www.tempo.co.id.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

    cover

    Album

    Ulang Tahun

    Toeti Heraty Noerhadi Rooseno, 70 tahun

    Buku

    Kalau Politik Membaca Komik

    Catatan Pinggir

    Saddam

    Televisi

    Somad dan Cinta pun Bermetamorfosis

    TEMPO|interaktif

    Olahraga

    Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

    Olahraga

    MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

    Olahraga

    City Kembali ke Puncak

    Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

    Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

    PT ASTRA HONDA MOTOR

    Olahraga

    Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

    Olahraga

    Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

    Olahraga

    Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

    Olahraga

    Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

    Bisnis

    Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

    Internasional

    Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

    iklan generik

    Top
    • Majalah Tempo
    • English Edition
    • Koran Tempo
    • PDAT
    • Photostock
    • U-Mag
    • Ruang Baca
    • Blog
    • Jurnalisme Publik
    • iTempo
    • Video
    • Audio
    • Infografis
    • Nasional
    • Metro
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Gaya Hidup
    • Seni & Hiburan
    • Internasional
    • Selebritas
    • Kolom
    • English
    • Japanese
    • Help
    • About us
    • Contact
    Copyright 2011 TEMPOinteraktif